KISAHAN.ID – Di balik angka dan data stunting, ada cerita tentang anak-anak yang sedang berjuang tumbuh optimal dan keluarga yang berharap masa depan lebih baik bagi buah hati mereka. Kesadaran inilah yang mendorong Pemerintah Kota Kendari untuk terus bergerak lebih dekat dengan masyarakat, menghadirkan kebijakan yang tidak hanya tertulis di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan hingga ke tingkat keluarga.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, penanganan stunting ditempatkan sebagai agenda kemanusiaan dan investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia. Stunting tidak lagi dipandang sebagai urusan satu sektor semata, melainkan tanggung jawab bersama yang harus ditangani secara kolaboratif, terukur, dan berkelanjutan demi memastikan setiap anak Kota Kendari memiliki kesempatan tumbuh sehat dan cerdas.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan program pendampingan balita stunting dengan pendekatan orang tua asuh. Melalui program ini, pimpinan daerah, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta lembaga pemerintah dilibatkan secara aktif untuk mendampingi balita stunting dan keluarganya. Pendampingan tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga pada pemantauan kesehatan secara rutin serta edukasi kepada orang tua tentang pola asuh yang tepat dan lingkungan tumbuh kembang yang sehat.
Pemerintah Kota Kendari menyadari bahwa keberhasilan penanganan stunting sangat ditentukan oleh kehadiran dan kepedulian di lapangan. Karena itu, seluruh jajaran OPD didorong untuk tidak sekadar menjalankan program secara administratif, tetapi turun langsung menyapa masyarakat, mendengar keluhan orang tua, dan memastikan setiap intervensi benar-benar menjawab kebutuhan anak dan keluarga.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran. Dok: Istimewa.
Berdasarkan data pendampingan balita stunting periode Januari 2026, sebanyak 462 balita stunting di Kota Kendari telah mendapatkan pendampingan intensif. Program ini melibatkan 73 unsur pendamping yang berasal dari OPD, lembaga pemerintah, serta unsur pimpinan daerah. Keterlibatan lintas sektor ini menjadi cerminan kuatnya semangat gotong royong yang dibangun Pemerintah Kota Kendari dalam menangani persoalan stunting secara bersama-sama.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan komitmen dan kepedulian seluruh pihak. Menurutnya, setiap anak adalah harapan masa depan daerah yang harus dijaga dan dipastikan tumbuh secara optimal.
“Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi menyangkut masa depan generasi Kota Kendari. Karena itu, saya mengajak seluruh OPD dan unsur terkait untuk terlibat langsung dalam pendampingan, memastikan setiap anak mendapatkan asupan gizi yang cukup, pemantauan kesehatan yang berkelanjutan, serta lingkungan tumbuh kembang yang sehat,” ujar Siska, Selasa (10/2/2026).
Program pendampingan balita stunting ini dirancang tidak hanya untuk menjawab persoalan jangka pendek, tetapi juga sebagai langkah pencegahan sejak dini. Selain pemenuhan gizi, keluarga mendapatkan edukasi mengenai pola asuh yang sehat, kebersihan lingkungan, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin bagi ibu dan anak. Dengan pendekatan yang menyeluruh dan humanis, pemerintah berharap dapat memutus mata rantai stunting sejak dari akar permasalahannya.
“Melalui kolaborasi lintas OPD dan lembaga, Pemerintah Kota Kendari optimistis upaya penurunan prevalensi stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” tegasnya.
Dengan kepemimpinan yang kuat, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan, Kota Kendari terus melangkah menuju terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai fondasi pembangunan daerah di masa depan.
Redaksi











Komentar