KISAHAN.ID – Apresiasi yang mengalir dari masyarakat pada Lebaran 2026 tak sekadar ungkapan terima kasih biasa. Di balik kalimat-kalimat itu, tersimpan cerita-cerita perjalanan yang penuh haru, tentang rindu yang akhirnya terbayar, tentang cemas yang perlahan reda, dan tentang harapan sederhana untuk bisa tiba di rumah dengan selamat.
Di jalanan panjang yang membelah Kabupaten Konawe Selatan, langkah para pemudik tak selalu ringan. Ada yang membawa lelah setelah berhari-hari bekerja di perantauan, ada pula yang menahan tangis karena tahun-tahun sebelumnya tak sempat pulang.
Lebaran tahun ini menjadi momentum yang dinanti, namun di saat bersamaan, perjalanan pulang selalu menyisakan kekhawatiran, tentang keselamatan, kemacetan, dan ketidakpastian di jalan.
Di tengah kegelisahan itu, kehadiran aparat dari Polres Konsel menjadi penenang yang tak selalu terlihat, tetapi begitu terasa. Mereka berdiri di persimpangan jalan saat orang lain bergegas menuju rumah.
Mereka berjaga di pos pengamanan ketika sebagian besar keluarga telah berkumpul di ruang tamu. Mereka memilih tetap di lapangan, memastikan setiap kendaraan melaju dengan aman, agar ribuan orang bisa memeluk keluarganya tepat waktu.
Hendrianto, salah satu pemudik, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Baginya, perjalanan tahun ini terasa berbeda. Lebih tenang, lebih tertib, dan jauh dari rasa was-was yang dulu kerap menghantui.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kinerja Polres Konsel yang telah mengamankan mudik dan arus balik Lebaran 2026, sehingga perjalanan mudik berjalan lancar, optimal, serta aman dan tertib,” ucapnya lirih.
Hal serupa dirasakan Reniar. Ia mengenang bagaimana di tahun-tahun sebelumnya perjalanan pulang sering kali dipenuhi kekacauan dan ketegangan. Namun kali ini, ia bisa sampai di rumah tanpa rasa takut, tanpa cemas berlebih.
“Terima kasih atas pengamanannya, sehingga pengaturan perjalanan mudik berjalan optimal dan kondusif sampai kami tiba di kediaman masing-masing,” tuturnya.
Di balik semua itu, ada kerja panjang yang mungkin tak pernah benar-benar terlihat. Kabag Ops Polres Konsel, AKP Hamka, menyebut keberhasilan ini bukan hanya milik institusi, tetapi hasil dari kebersamaan, antara aparat yang berjaga tanpa lelah dan masyarakat yang memilih patuh demi keselamatan bersama.
“Semua ini tak lepas dari arahan Kapolres Konsel, AKBP Febry Sam, yang terus mendorong seluruh personel untuk hadir sepenuh hati di tengah masyarakat,” ucapnya.
Namun di balik kata “sukses” itu, ada pengorbanan yang jarang disorot. Ada anggota kepolisian yang tak sempat pulang ke kampung halaman, yang hanya bisa melepas rindu lewat panggilan singkat. Ada yang merayakan Lebaran di pinggir jalan, di bawah tenda pos pengamanan, jauh dari keluarga yang mereka lindungi dari kejauhan.
Lebaran tahun ini mungkin penuh kebahagiaan bagi para pemudik. Tapi bagi sebagian lainnya, itu adalah tentang mengikhlaskan rindu, demi memastikan orang lain bisa pulang dengan selamat.
Dan dari jalanan yang sunyi setelah arus balik usai, tersisa satu hal yang tak bisa diukur dengan angka, rasa kemanusiaan yang hidup dalam diam, di antara mereka yang memilih berjaga, agar ribuan cerita pulang bisa berakhir bahagia.
Redaksi
![]()














Komentar