KISAHAN.ID – Kontestasi Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka periode 2026–2030 tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan kampus, tetapi juga arena adu gagasan tentang arah masa depan perguruan tinggi negeri tersebut.
Salah satu kandidat yang menarik perhatian adalah Ramadhan Tosepu, SKM., M.Kes., Ph.D. Akademisi Universitas Halu Oleo (UHO) itu hadir dengan tawaran transformasi kampus yang berpijak pada kearifan lokal sekaligus selaras dengan agenda pembangunan nasional melalui konsep Asta Cita.
Dalam pemaparan visi dan misi di hadapan Senat Universitas, Ramadhan mengusung visi “menjadi perguruan tinggi unggul berbasis kearifan lokal yang mengintegrasikan nilai-nilai Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.”
Visi tersebut menunjukkan upaya menghubungkan peran perguruan tinggi dengan arah pembangunan nasional yang saat ini menempatkan penguatan sumber daya manusia, inovasi, dan tata kelola sebagai pilar utama kemajuan bangsa.
Bagi Ramadhan, kampus tidak cukup hanya menjalankan fungsi pendidikan. Perguruan tinggi juga harus menjadi pusat lahirnya inovasi, penggerak pembangunan daerah, sekaligus ruang kolaborasi yang mampu menjawab tantangan global tanpa kehilangan identitas lokal.
Kearifan Lokal sebagai Fondasi
Di tengah persaingan antarperguruan tinggi yang semakin kompetitif, Ramadhan menilai kearifan lokal harus menjadi kekuatan utama yang membedakan USN Kolaka dengan kampus lain.
Menurutnya, potensi sosial, budaya, dan sumber daya alam Sulawesi Tenggara dapat menjadi basis pengembangan pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Karena itu, salah satu fokus yang ia dorong adalah penguatan riset berbasis kearifan lokal yang tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi mampu menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Pendekatan tersebut sekaligus sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong hilirisasi hasil penelitian agar lebih berdampak terhadap pembangunan daerah dan nasional.
Transformasi Tata Kelola Kampus
Selain menekankan aspek akademik, Ramadhan juga menaruh perhatian besar pada tata kelola universitas.
Ia menawarkan konsep Smart and Integrity Governance, sebuah program yang berorientasi pada penguatan transparansi, akuntabilitas, dan integritas dalam pengelolaan kampus.
Melalui program tersebut, berbagai layanan akademik, keuangan, sumber daya manusia, hingga administrasi universitas akan diarahkan menuju sistem digital yang lebih efisien dan mudah diakses.
Transformasi tata kelola juga menjadi bagian dari langkah strategis menuju pengelolaan kampus berbasis kinerja yang adaptif terhadap tuntutan zaman.
Dalam konteks pendidikan tinggi, digitalisasi tidak lagi dipandang sebagai pilihan, melainkan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas layanan dan daya saing institusi.
Membangun SDM Berdaya Saing Global
Ramadhan juga menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai agenda prioritas.
Menurutnya, kualitas dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa menjadi faktor utama dalam menentukan kemajuan sebuah universitas.
Karena itu, ia mendorong terciptanya lingkungan akademik yang mampu melahirkan lulusan profesional, adaptif, dan memiliki daya saing global.
Gagasan tersebut diwujudkan melalui penguatan pembelajaran inovatif berbasis teknologi, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, serta perluasan kerja sama dengan berbagai institusi nasional maupun internasional.
Langkah ini diharapkan membuka lebih banyak peluang kolaborasi riset, pertukaran akademik, hingga peningkatan reputasi USN Kolaka di tingkat nasional dan global.
Membawa Semangat Asta Cita ke Kampus
Semangat Asta Cita yang menjadi ruh utama visi Ramadhan tidak hanya diterjemahkan dalam aspek tata kelola dan pendidikan, tetapi juga dalam pengabdian kepada masyarakat.
Ia mendorong model kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan.
Pendekatan ini diyakini dapat memperkuat peran kampus sebagai mitra strategis pemerintah daerah sekaligus pusat solusi bagi masyarakat.
Di tengah proses Pilrek USN Kolaka yang masih berlangsung, gagasan yang dibawa Ramadhan Tosepu menjadi salah satu tawaran arah baru bagi kampus negeri tersebut.
Dengan menggabungkan nilai-nilai kearifan lokal, transformasi digital, dan semangat Asta Cita, ia menawarkan model kepemimpinan yang berorientasi pada penguatan institusi sekaligus kontribusi nyata terhadap pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Redaksi



Komentar