KISAHAN.ID – Libur Idulfitri menghadirkan cerita yang berbeda di Danau Napabale, Desa Korihi, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Minggu (22/3/2026). Sejak siang hari, kawasan yang dikenal dengan keunikan pertemuan danau dan laut ini dipadati wisatawan. Mereka datang bukan sekadar berlibur, tetapi mencari ketenangan sekaligus pengalaman yang sulit ditemukan di tempat lain.
Hamparan air Napabale seolah menyambut setiap langkah pengunjung. Di tepian, warna biru kehijauan tampak lembut, lalu perlahan berubah menjadi biru pekat di bagian tengah. Gradasi warna itu terlihat begitu hidup, berpadu dengan tebing karst yang menjulang dan melingkari danau seperti pagar alami. Angin yang berembus pelan menambah suasana menjadi teduh, membuat banyak orang betah berlama-lama duduk di pinggir danau, menikmati keindahan tanpa tergesa.
Di tengah ketenangan itu, tawa anak-anak dan keluarga menjadi warna tersendiri. Ban-ban pelampung yang mengapung di atas air menjadi wahana paling sederhana sekaligus paling diminati. Dengan harga yang terjangkau, pengunjung bisa merasakan sensasi santai, mengapung mengikuti riak air yang tenang.
Tak hanya itu, pengalaman menjelajah juga menjadi daya tarik utama. Perahu rakit membawa pengunjung mengelilingi danau, menyusuri lorong sempit di balik tebing yang menghubungkan danau dengan laut lepas. Dari atas rakit, panorama Napabale terlihat semakin utuh, perpaduan alam yang seolah dirancang dengan keindahan yang sempurna.
Bagi pencari sensasi berbeda, stand up paddle menawarkan pengalaman yang lebih menantang sekaligus menyenangkan. Berdiri di atas papan, pengunjung mendayung perlahan, menjaga keseimbangan di atas air yang tenang.
Dari kejauhan, mereka tampak seperti menyatu dengan bentang alam biru yang luas. Momen itu pun semakin berkesan dengan dokumentasi udara, menghadirkan sudut pandang yang memperlihatkan betapa memukau Napabale dari ketinggian.
Sementara itu, kayak menjadi pilihan bagi mereka yang ingin lebih dekat dengan alam. Dengan dayungan tangan sendiri, pengunjung menyusuri sisi-sisi tebing, merasakan keheningan yang hanya sesekali dipecah oleh suara air. Aktivitas ini bukan sekadar rekreasi, tetapi juga cara untuk benar-benar merasakan Napabale dari jarak paling intim.
Cahaya (18), salah satu wisatawan, tak mampu menyembunyikan kekagumannya. Ia mengaku pengalaman mendayung kayak di Napabale menjadi salah satu momen terbaik selama liburannya.
“Rasanya seru sekali, bisa lihat langsung keindahan danau dari dekat. Aman juga karena ada yang memandu,” ujarnya.
Di Napabale, keindahan bukan hanya untuk dilihat, tetapi untuk dirasakan. Setiap sudutnya menghadirkan ketenangan, setiap wahana menawarkan cerita. Tak heran jika setiap musim libur tiba, tempat ini selalu menjadi tujuan, bukan hanya untuk berwisata, tetapi untuk pulang membawa kenangan yang sulit dilupakan.
Redaksi
![]()














Komentar