Hukrim

Depresi Berat, Korban Dugaan Pencabulan Oknum TNI di Kendari Kerap Melukai Diri

Oknum TNI di Kodim 1417/Kendari, Sertu Majid Bone, buronan kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur. Dok: Istimewa.

KISAHAN.ID — Seorang siswi sekolah dasar (SDN) berinisial AKS (12), yang diduga menjadi korban pencabulan oleh oknum TNI di wilayah Kodim 1417/Kendari, Sertu Majid Bone, dilaporkan mengalami depresi. Korban cenderung mengurung diri di dalam kamar, kerap melukai tubuhnya dengan cara mencakar, serta sering menangis histeris karena ketakutan.

Tante korban berinisial VN mengungkapkan bahwa korban sebelumnya tinggal bersama keluarga di perumahan milik terduga pelaku di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Namun, sejak kasus ini mencuat, keluarga memutuskan pindah dan kini tinggal di rumah nenek korban di Kota Kendari.

Selama berada di rumah neneknya, korban disebut enggan keluar rumah dan lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar. Saat bersama keluarga, korban cenderung diam dan tidak ingin bercerita.

VN menuturkan, kondisi korban justru memburuk saat berada sendirian. Korban kerap menangis histeris, menunjukkan rasa takut berlebihan, bahkan melukai tubuhnya sendiri hingga menimbulkan luka.

“Kondisi korban semakin memprihatinkan karena mengalami depresi berat. Ia sering mencakar tubuhnya dan menangis histeris karena ketakutan,” ujar VN, Minggu (3/5/2026).

Pihak keluarga mengaku sangat prihatin dengan kondisi tersebut. Upaya pendampingan oleh psikolog anak telah dilakukan, namun hingga kini belum menunjukkan perubahan signifikan.

“Pendampingan dari psikolog sudah ada, tetapi belum terlihat perkembangan yang berarti. Kami terus berupaya agar korban mendapatkan pemulihan yang lebih baik,” lanjutnya.

VN juga menyampaikan bahwa pihak TNI sempat mengajukan permohonan untuk menjenguk dan memberikan pendampingan kepada korban. Namun, keluarga menolak karena kondisi korban yang masih sangat rentan dan takut terhadap kehadiran orang baru.

“Kami menolak karena korban masih mengalami ketakutan yang mendalam,” katanya.

Saat ini, keluarga terus berkoordinasi dengan tenaga profesional untuk memulihkan kondisi psikologis korban. Mereka juga berharap agar proses hukum terhadap terduga pelaku dapat segera ditindaklanjuti demi memberikan rasa aman bagi korban.

Sementara itu, Denpom XIV/3 Kendari mengaku telah berkoordinasi dengan jajaran Polda Sultra untuk melakukan pencarian terhadap Sertu Majid Bone, terduga pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur. Komandan Denpom XIV/3 Kendari, Letkol CPM Haryadi Budaya Pela, mengingatkan Sertu Majid Bone, agar koperatif dan segera menyerahkan diri.

Haryadi mengaku, polemik yang tengah bergulir harus dihadapi layaknya seorang prajurit. Harus koperatif dan sebaiknya jangan melarikan diri terus.

“Saya imbau kepada pelaku Sertu MB (Majid Bone), saya harap menyerahkan diri saja,” tegasnya, Jumat (1/5).

Denpom XIV/3 Kendari juga mengimbau mayarakat umum, jika melihat keberadaan Sertu Majid Bone, agar memberikan informasi kepada mereka sehingga penanganan dalam kasus tersebut segera menemui titik terang. Tak hanya itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Polda Sultra agar sama-sama melakukan pencarian terhadap yang bersangkutan.

“Yang melihat Sertu MB, informasikan kita segera, kita sisir juga, kita koordinasi Polda juga untuk membantu melakukan penangkapan,” pungkasnya.

Redaksi

Facebook Comments Box

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *