KISAHAN.ID – Di balik viralnya kisah perjuangan Tri Rama Dandi atau yang dikenal sebagai Om Maxim, ternyata ada hati lain yang diam-diam ikut terluka. Bukan karena kehidupan sang adik menjadi sorotan, melainkan karena derasnya komentar yang menyeret nama keluarga mereka.
Kakak sulung Tri Rama, Momo, akhirnya angkat bicara. Dengan penuh haru, ia meminta publik menghentikan berbagai tudingan yang menyebut keluarga mereka telah membiarkan Om Maxim berjuang sendirian membesarkan putranya.
“Maaf atas viralnya adik saya. Saya hanya ingin meluruskan agar tidak lagi muncul asumsi di luar batas. Tolong jangan lagi membawa nama orang tua, saudara, dan keluarga kami. Ada luka lama yang sampai hari ini belum benar-benar sembuh,” tulisnya.
Ia mengaku beberapa hari terakhir memilih diam. Namun setiap membuka media sosial, hatinya hancur membaca komentar yang mempertanyakan keberadaan keluarga mereka.
“Ke mana saudaranya?”
“Ke mana orang tuanya?”
“Jahat sekali keluarganya.”
Kalimat-kalimat itu, menurutnya, terasa seperti membuka kembali luka masa kecil yang selama puluhan tahun mereka sembuhkan. Perempuan yang menjadi anak tertua itu kemudian menceritakan sedikit kisah hidup keluarganya.
Mereka berasal dari keluarga broken home. Bersama tiga adik laki-lakinya, ia tumbuh dalam keterbatasan. Karena kondisi ekonomi yang sulit, ketiga adiknya tidak dapat melanjutkan pendidikan dengan layak. Hanya adik bungsu yang akhirnya berhasil menamatkan pendidikan hingga SMA.
“Kami tidak diwarisi harta ataupun pendidikan tinggi. Yang kami warisi hanyalah pengalaman hidup yang memaksa kami dewasa sebelum waktunya,” ungkapnya.
Meski hidup terpisah dan masing-masing berjuang dengan jalan sendiri, ia menegaskan hubungan mereka sebagai saudara tetap hangat. Mereka saling mengunjungi dan sesekali ia membawa keponakannya, Muhammad Al-Faizih, pulang ke rumah jika keadaan memungkinkan.
Namun, sebagai ibu yang juga harus bekerja dari rumah ke rumah demi menghidupi anak-anaknya, ia mengaku tidak selalu mampu membantu seperti yang diharapkan banyak orang.
Menurutnya, video yang diunggah Tri Rama di TikTok bukanlah untuk mencari belas kasihan. Sang adik hanya ingin membagikan secuil kisah hidup yang selama ini dijalani dalam diam. Ia juga meminta masyarakat berhenti menyalahkan orang tua mereka.
“Bagaimanapun, mereka tetap orang tua kami yang harus kami hormati. Kami selalu berusaha tidak menjadi beban bagi mereka. Kalau kami belum mampu membantu orang tua, setidaknya jangan menambah beban hidup mereka,” tulisnya.
Bagi sang kakak, setiap keluarga memiliki cerita yang tidak selalu bisa dijelaskan kepada publik. Ada bagian-bagian kehidupan yang cukup menjadi privasi dan hanya dipahami oleh orang-orang terdekat. Di akhir pesannya, ia tidak meminta simpati. Ia hanya berharap doa terbaik untuk sang adik dan keponakannya.
“Doakan Faiz selalu sehat, ceria, dan tidak kekurangan apa pun. Semoga dengan viralnya video ini, kehidupan mereka bisa menjadi lebih baik. Terima kasih untuk semua doa dan kepeduliannya,” tambahnya.
Di balik sosok Om Maxim yang dikenal sebagai ayah tunggal pekerja keras, ternyata ada keluarga yang juga sedang berjuang berdamai dengan masa lalu. Mereka mungkin tidak selalu terlihat hadir di depan kamera, tetapi diam-diam tetap saling menjaga dengan cara yang mereka mampu.
Redaksi











Komentar