KISAHAN.ID – Senat Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari melakukan penyaringan calon rektor yang akan melaju ke tahap akhir pemilihan Rektor UHO periode 2026–2030 melalui rapat senat tertutup yang digelar di Gedung Rektorat UHO, Jumat (10/7/2026).
Berdasarkan hasil pemungutan suara, Prof. Ida Usman meraih dukungan terbanyak dengan 15 suara. Posisi kedua ditempati Prof. Takdir Saili yang memperoleh 11 suara, disusul Prof. Herman dengan 10 suara.
Ketiga akademisi tersebut dipastikan lolos sebagai calon rektor untuk mengikuti tahapan selanjutnya.
Sementara itu, Prof. Edy Karno memperoleh 5 suara, Prof. Ruslin 3 suara, Prof. La Ode Santiaji Bande 2 suara, dan Prof. Yusuf Sabilu 1 suara.
Adapun tiga bakal calon lainnya, yakni Baru Sadarun, Maruf Kasim, dan Muliddin, tidak memperoleh dukungan suara.
Selain itu, tercatat satu suara abstain sehingga total suara yang digunakan dalam rapat senat berjumlah 48 suara.

Sebanyak 10 bakal calon Rektor UHO Kendari yang telah memenuhi persyaratan. Dok: Istimewa.
Sebelumnya, tahapan penyaringan sempat mengalami penundaan dari jadwal semula pada 1 Juli 2026. Penundaan dilakukan untuk menyempurnakan administrasi keanggotaan Senat UHO agar seluruh proses pemilihan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pranata Humas Ahli Madya UHO, Maulid, sebelumnya membenarkan pelaksanaan rapat senat tertutup tersebut sebagai agenda penetapan tiga calon rektor.
Ketua Senat UHO, Prof. Jamili, juga menjelaskan bahwa penundaan dilakukan setelah ditemukan kekeliruan administrasi pada Surat Keputusan (SK) keanggotaan Senat, khususnya terkait pencantuman status Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. La Ode Santiaji Bande.
“Penyempurnaan administrasi diperlukan untuk memastikan seluruh tahapan pemilihan memiliki dasar hukum yang kuat dan berjalan secara transparan,” ungkapnya.
Dengan selesainya proses penyaringan ini, tiga nama yang memperoleh suara terbanyak akan mengikuti tahapan akhir pemilihan Rektor UHO periode 2026–2030 sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
Redaksi











Komentar