MUNA BARAT, KISAHAN.ID – Nestapa warga di pedalaman Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra). Masih ada 11 desa yang terisolir dan hingga kini belum terjangkau aliran listrik, serta kesulitan mendapatkan air bersih.
11 desa tersebut berada di sebuah pulau kecil yang menjadi wilayah naungan Pemkab Mubar. Diantaranya, Desa Gala, Desa Santigi, Desa Tiga, Desa Katela, Desa Bero, Desa Santiri, Desa Pasi Padanga, Desa Kangkonawe, Desa Maginti, Desa Mandiki, dan Desa Tasipi.
La Ode Muh. Didin Alkindi, mengatakan ia adalah warga yang di salah satu desa tersebut. Kondisi kampung halamannya sangat memperihatinkan. Hingga tahun 2025 ini, sumber listrik belum bisa dijangkau secara merata oleh masyarakat di sana dan air bersih pun sulit didapatkan.
“Kami adalah warga Muna Barat. Tetapi kami terisolir, tidak mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Ada listrik di beberapa titik tapi menyala beberapa jam saja. Ada air tapi harus dibeli dengan harga yang besar, bisa mencapai Rp500 ribu bahkan jutaan,” katanya, Minggu (19/2/2025).
Dengan kondisi yang ada, Didin mengaku bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Mubar, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra dan pemerintah pusat seakan-akan menganaktirikan mereka. Artinya, hak-hak dasar untuk kelompok masyarakat di sana terabaikan oleh pemerintah.
Didin menegaskan, pemerintah harus segera mencarikan solusi, mengadakan air bersih dan akses listrik bagi masyarakat di 11 desa tersebut. Sebab, sudah bertahun-tahun masyarakat kepulauan itu hidup dalam kondisi keterbatasan dan ketidakadilan.
Lanjut Didin, kesulitan listrik dan air bersih ini sangat menghambat aktivitas ekonomi di sana, termasuk munculnya wabah penyakit yang menghantui warga di sini. Olehnya itu, ia berharap agar Pemda Mubar dan Pemprov Sultra segera mengambil tindakan kongkret demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Sudah terlalu lama hak-hak konstitusi kami di 11 desa ini diabaikan. Ini ada apa. Kami ini warga Mubar juga,” tambahnya.
Saat ini, Didin dan rekan-rekan hanya bisa menyuarakan aspirasi mereka di parlemen. Harapannya, dukungan dari seluruh masyarakat dan berbagai instansi lainnya terus mengalir sehingga apa yang menjadi harapan mereka di pedalaman Mubar segera terealisasi.
Redaksi
![]()














Komentar