Branding Inspirasi

Sosok Perwira Muda IPTU Nicho, Wajah Baru Humanis untuk Satlantas Polres Kolaka

IPTU Nicho Tri Hardianto, Kasat Lantas Polres Kolaka. Dok: Istimewa.

KISAHAN.ID — Di tengah dinamika lalu lintas yang semakin kompleks, hadirnya sosok muda dalam tubuh kepolisian kerap membawa harapan baru. Itulah yang kini melekat pada IPTU Nicho Tri Hardianto, yang resmi mengemban amanah sebagai Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Kolaka, menggantikan IPTU Della Indah Lestari.

Lahir di Bandung, 12 Desember 1996, Nicho tumbuh sebagai bagian dari generasi muda Polri yang tidak hanya mengedepankan ketegasan, tetapi juga sentuhan empati dalam bertugas. Lulusan Akademi Kepolisian tahun 2018 dari Batalyon Prawira Hirya ini dikenal memiliki karakter disiplin, adaptif, dan terbuka terhadap pendekatan baru dalam pelayanan publik.

Perjalanan kariernya terbilang dinamis. Ia pernah mengemban tugas sebagai Kanit Satintelkam Polres Dumai pada 2020, lalu dipercaya sebagai Pamin Sitekintel Ditintelkam Polda Riau pada 2021. Setahun berselang, ia melanjutkan pengabdiannya sebagai Pama Polresta Pekanbaru, sebelum akhirnya mengisi sejumlah posisi strategis di Satreskrim, mulai dari Kasubnit hingga PS Kanit di Polresta Pekanbaru dan Polres Rokan Hilir.

Tak hanya di lapangan, Nicho juga memiliki pengalaman dalam bidang administrasi sebagai Bhayangkara Administrasi Penyelia di Ro SDM Polda Riau pada 2024. Pengalaman tersebut semakin memperkaya perspektifnya dalam memahami organisasi, manajemen sumber daya, serta pentingnya pelayanan yang terstruktur dan profesional. Hingga akhirnya, sebelum bertugas di Kolaka, ia dipercaya sebagai Kaurbungkol Spripim Polda Sultra pada 2025.

Namun, bagi Nicho, jabatan bukan sekadar posisi. Lebih dari itu, ia melihatnya sebagai ruang pengabdian yang harus dijalani dengan hati. Dalam perannya sebagai Kasat Lantas, ia menaruh perhatian besar pada pendekatan humanis dalam penanganan lalu lintas.

“Kami ingin menghadirkan pelayanan lalu lintas yang lebih humanis, edukatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Baginya, tantangan di jalan raya bukan hanya soal pelanggaran, tetapi juga soal membangun kesadaran. Ia percaya bahwa keselamatan berlalu lintas harus tumbuh dari dalam diri setiap individu, bukan sekadar karena takut akan sanksi.

“Keselamatan berlalu lintas harus dimulai dari kesadaran diri. Tugas kami adalah memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman di jalan,” tambahnya.

Pendekatan ini menjadi cerminan gaya kepemimpinan Nicho yang mengedepankan komunikasi, edukasi, dan kehadiran polisi sebagai pelindung sekaligus sahabat masyarakat. Ia juga berkomitmen untuk memperkuat edukasi keselamatan, terutama bagi generasi muda yang menjadi pengguna jalan terbesar di masa depan.

Kehadirannya di Polres Kolaka diharapkan mampu membawa energi baru—menggabungkan ketegasan hukum dengan sentuhan kemanusiaan. Dengan semangat muda dan visi yang adaptif, Nicho menjadi representasi wajah Polri masa kini, profesional, modern, dan dekat dengan masyarakat.

Pergantian kepemimpinan ini pun bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan momentum untuk terus berbenah. Nicho mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan.

“Mohon dukungan semua pihak. Kami ingin menghadirkan pelayanan yang lebih baik, profesional, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat,” pungkasnya.

Redaksi

Loading

Facebook Comments Box

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *