Pemkot Kendari Pemerintah

Bersama Kemenekraf, Kendari Rajut Peluang di Panggung Internasional Lewat UCLG ASPAC 2026

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya (kanan), dan Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran (kiri). Dok: Istimewa.

KISAHAN.ID – Dukungan dari pemerintah pusat kian menguatkan langkah Kota Kendari untuk menatap panggung global. Dalam suasana penuh optimisme, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, bertemu dengan Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, di Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Pertemuan ini bukan sekadar audiensi biasa, tetapi menjadi bagian penting dari upaya besar Kendari mempersiapkan diri sebagai tuan rumah UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting 2026.

Dengan penuh keyakinan, Siska memaparkan kesiapan Kota Kendari. Ia berbicara tentang konsep kegiatan yang dirancang matang, kesiapan infrastruktur, hingga peluang kolaborasi internasional yang dapat membuka jalan bagi pelaku ekonomi kreatif lokal untuk naik kelas.

Baginya, ajang internasional ini bukan hanya tentang menjadi tuan rumah, tetapi tentang memperkenalkan wajah Kendari kepada dunia.

“Kendari memiliki potensi besar di sektor ekonomi kreatif, seperti kuliner, kriya, dan pariwisata pesisir. Melalui UCLG ASPAC, kami ingin mendorong produk lokal dikenal lebih luas hingga ke pasar global,” ujarnya.

Sejumlah pejabat lingkup Pemkot Kendari di Jakarta. Dok: Istimewa.

Optimisme itu disambut hangat oleh Menteri Ekonomi Kreatif. Teuku Riefky Harsya melihat apa yang dipersiapkan Kendari sebagai langkah strategis yang patut didukung. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat tidak akan tinggal diam, melainkan hadir untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di daerah.

“Kami memandang UCLG ASPAC ini sebagai momentum penting. Kementerian akan mendukung melalui promosi, penguatan jejaring pelaku usaha, serta sinkronisasi program pusat dan daerah,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia menilai bahwa kekuatan Kendari justru terletak pada kearifan lokal yang dimiliki. Jika dikemas dengan baik dan didukung kolaborasi yang kuat, produk-produk kreatif dari daerah bisa memiliki nilai tambah tinggi dan mampu bersaing di tingkat internasional.

Pertemuan tersebut juga membuka ruang diskusi mengenai masa depan industri kreatif di Kendari. Salah satu gagasan yang mencuat adalah pembentukan hub industri kreatif yang terintegrasi dan ramah lingkungan. Konsep ini diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan.

Bagi Kendari, langkah ini adalah bagian dari perjalanan panjang menuju kota yang lebih terbuka, inovatif, dan berdaya saing global. Dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif menjadi energi tambahan bagi pemerintah daerah dan para pelaku usaha untuk terus bergerak maju.

Di tengah arus globalisasi yang semakin cepat, Kendari memilih untuk tidak sekadar menjadi penonton. Melalui UCLG ASPAC 2026, kota ini berupaya menegaskan identitasnya—bahwa dari pesisir Sulawesi Tenggara, karya-karya lokal juga mampu berbicara di panggung dunia.

Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *