KISAHAN.ID – Pergerakan kendaraan selama masa angkutan Lebaran 2026 di Sulawesi Tenggara menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Berdasarkan data Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sultra, total kendaraan yang melintas di dua titik pantau utama mencapai lebih dari 140 ribu unit sepanjang periode 13–22 Maret 2026.
Kepala BPTD Kelas II Sultra, Husni Mubarak, menjelaskan bahwa data tersebut dihimpun dari dua lokasi strategis, yakni Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Moramo dan UPPKB Sabilambo. Kedua titik ini menjadi indikator penting dalam memantau arus kendaraan selama musim mudik dan arus balik Lebaran.
Di UPPKB Moramo, jumlah kendaraan masuk tercatat sebanyak 34.693 unit. Lonjakan tertinggi terjadi pada H-6 atau 15 Maret 2026 dengan total 4.498 kendaraan. Sementara itu, kendaraan keluar melalui titik yang sama mencapai 29.897 unit, dengan puncak arus terjadi pada H-7 atau 14 Maret 2026 sebanyak 5.227 kendaraan.
“Data ini menunjukkan bahwa pergerakan kendaraan sudah mulai meningkat sejak beberapa hari sebelum Hari Raya, terutama di jalur yang menghubungkan Konawe Selatan dan sekitarnya,” ujar Husni, Senin (23/3/2026).
Sementara itu, di UPPKB Sabilambo, jumlah kendaraan masuk tercatat sebanyak 38.011 unit. Puncak arus terjadi pada H+1 Lebaran atau 22 Maret 2026 dengan jumlah 6.969 kendaraan. Untuk kendaraan keluar, total tercatat sebanyak 37.732 unit, dengan lonjakan tertinggi juga terjadi pada H+1 Lebaran mencapai 7.968 kendaraan.
Menurut Husni, tingginya angka pada H+1 Lebaran di titik Sabilambo menjadi indikator kuat meningkatnya mobilitas masyarakat setelah perayaan Idulfitri. Hal ini juga menandai mulai terjadinya arus balik di wilayah Sulawesi Tenggara.
Secara keseluruhan, total kendaraan selama masa angkutan Lebaran 2026 tercatat sebanyak 72.704 unit kendaraan masuk dan 67.629 unit kendaraan keluar di kedua titik pantau tersebut. Angka ini memperlihatkan tingginya aktivitas pergerakan masyarakat selama periode mudik dan balik Lebaran tahun ini.
BPTD Kelas II Sultra terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan instansi terkait guna memastikan kelancaran arus lalu lintas serta keselamatan pengguna jalan selama masa angkutan Lebaran. Dengan meningkatnya volume kendaraan, masyarakat juga diimbau untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas serta menjaga kondisi kendaraan agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
Redaksi



















Komentar