Headline

Kolaborasi MUI Sultra dan UM Kendari Percepat Sertifikasi Halal UMKM

MUI Sultra dan UM Kendari menggelar seminar bertajuk Tantangan Implementasi Sertifikasi Halal dan Alternatif Solusinya pada UMKM. Dok: Istimewa.

KISAHAN.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus memperkuat perannya dalam mendorong penguatan ekosistem halal di daerah. Salah satu upaya konkret diwujudkan melalui kolaborasi bersama Universitas Muhammadiyah Kendari (UM Kendari) dengan menggelar seminar bertajuk “Tantangan Implementasi Sertifikasi Halal dan Alternatif Solusinya pada UMKM”, yang berlangsung di Aula UM Kendari, Sabtu (24/1/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk mempertemukan regulator, akademisi, lembaga pendamping, serta pelaku usaha dalam membahas berbagai persoalan yang masih dihadapi UMKM dalam proses sertifikasi halal. Forum ini juga diarahkan untuk merumuskan solusi yang lebih mudah, aplikatif, dan berkelanjutan.

Seminar menghadirkan narasumber kompeten dari berbagai latar belakang, di antaranya perwakilan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Sultra, Rusfandi, Direktur Halal Center UM Kendari Anwar Said, serta akademisi sertifikasi halal Prof. Ansharullah.

Para pemateri memaparkan regulasi terkini, tantangan teknis di lapangan, hingga pentingnya peran perguruan tinggi dan lembaga pendamping dalam mempercepat sertifikasi halal bagi UMKM.

Pengalaman praktis turut dibagikan oleh pelaku UMKM halal Dea Kusuma Sahibu dan Koordinator Auditing LPPOM MUI Sultra, Reni E. Daga. Materi yang disampaikan mencakup strategi pendampingan, penataan sistem produksi, serta pemenuhan standar Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) agar UMKM lebih siap dan percaya diri dalam mengurus sertifikasi halal.

Ketua Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Sultra, Prof. Muhammad Nurdin, menegaskan bahwa sertifikasi halal bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan instrumen perlindungan konsumen sekaligus strategi meningkatkan daya saing produk UMKM.

“UMKM yang telah bersertifikat halal memiliki nilai tambah. Kepercayaan konsumen meningkat dan peluang pasar, baik nasional maupun global, semakin terbuka,” ujarnya.

Ia mengakui masih terdapat tantangan, mulai dari keterbatasan pemahaman regulasi, sistem produksi yang belum tertata, hingga minimnya pendampingan teknis.

Melalui sinergi MUI, perguruan tinggi, regulator, dan pelaku usaha, diharapkan sertifikasi halal dapat diimplementasikan secara lebih mudah, terjangkau, dan berkelanjutan bagi UMKM di Sultra.

Redaksi

Loading

Facebook Comments Box

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *