KENDARI, KISAHAN.ID – Banjir yang melanda kawasan Kali Wanggu, khususnya di Lingkungan Lepolepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, sejak Sabtu malam hingga Minggu (29/6/2025), terus menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Kendari.
Menjalankan instruksi langsung dari Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, turun langsung ke lokasi banjir untuk memantau kondisi terkini warga terdampak.
“Sesuai perintah dari Ibu Wali Kota, seluruh jajaran Pemerintah Kota Kendari diminta untuk all out di lapangan. Hari ini saya turun langsung memastikan semua berjalan dengan baik,” kata Sudirman saat diwawancarai di lokasi banjir.
Dengan mengenakan jaket lapangan berwarna gelap dan sepatu boots, Sudirman menyusuri beberapa titik lokasi banjir. Ia mendatangi area pengungsian, mengecek tenda-tenda darurat, dapur umum, serta berbincang langsung dengan warga yang terdampak.

Sudirman saat berdiskusi dengan warga terdampak banjir di Kendari. Dok. Istimewa.
“Saya ingin memastikan semua kebutuhan dasar warga terpenuhi. Mulai dari makanan, air bersih, tempat tidur, hingga layanan kesehatan. Kita tidak ingin ada warga yang luput dari perhatian,” tegas Sudirman.
Beberapa warga yang ditemui Sudirman mengeluhkan persoalan kebutuhan sandang dan pangan. Amel (32), seorang warga yang saat ini mengungsi di posko darurat, mengaku sangat membutuhkan bantuan pakaian bersih.
“Baju kering kami tidak ada. Anak-anak juga belum makan dengan layak sejak tadi malam,” ujar Amel.
Sementara itu, Yulia (28), ibu dua anak yang juga menjadi korban banjir, meminta bantuan selimut dan obat-obatan.
“Anak saya masih kecil, sering batuk dan flu. Kami butuh obat, juga selimut. Cuaca di pengungsian dingin sekali, anak-anak jadi mudah sakit,” kata Yulia dengan wajah cemas.

Dapur umum yang melayani kebutuhan warga terdampak banjir di Kendari. Dok. Istimewa.
Mendengar keluhan itu, Sudirman langsung memerintahkan petugas posko untuk segera mendata kebutuhan mendesak warga. Tak hanya memantau kondisi warga, Wakil Wali Kota Sudirman juga ikut mengawal langsung pendirian posko bencana, dapur umum, dan tenda pengungsian.
Saat meninjau dapur umum, Sudirman memastikan ketersediaan bahan makanan cukup untuk beberapa hari ke depan. Di tengah kunjungannya, Sudirman juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan petugas selama 24 jam di lokasi banjir.
“Saya minta tim di lapangan, baik dari BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, maupun OPD lainnya tetap standby. Jangan sampai ada warga yang membutuhkan bantuan tapi tidak ada petugas,” tegasnya.
Selain itu, Sudirman juga meminta agar informasi kondisi lapangan terus diperbarui setiap beberapa jam sekali. Sebagai langkah antisipasi, Sudirman juga mengingatkan warga untuk segera menghubungi Call Center 112 jika mengalami kendala mendesak. Ia menegaskan, Pemkot Kendari membuka semua jalur komunikasi agar warga terdampak mudah mengakses bantuan.
“Kami tidak ingin ada warga yang merasa sendirian menghadapi musibah ini. Pemerintah Kota Kendari hadir dan akan terus ada sampai kondisi benar-benar pulih,” katanya.

Tim yang mendirikan posko pengungsian di lokasi terdampak banjir di Kendari. Dok. Istimewa.
Hingga Minggu sore, kondisi banjir di kawasan Kali Wanggu, khususnya di Kelurahan Lepolepo, masih belum sepenuhnya surut. Beberapa rumah warga masih tergenang air setinggi lutut hingga pinggang orang dewasa. Ia berharap, upaya tanggap darurat yang sudah dilakukan ini bisa membantu meringankan beban warga.
“Saya minta semua pihak tetap waspada. Semoga cuaca segera membaik, air cepat surut, dan warga bisa kembali ke rumah masing-masing dalam kondisi aman,” pungkasnya. (ADV)











Komentar