KISAHAN.ID – Akun Instagram resmi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari yang kini telah bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Kendari, @uinkendari, diduga diretas. Peretasan tersebut dimanfaatkan pelaku untuk mengunggah sejumlah postingan penipuan berkedok program tebus murah yang memakan korban hingga jutaan rupiah.
Sedikitnya terdapat tiga unggahan mencurigakan yang diposting di akun resmi kampus itu. Unggahan pertama menawarkan program tebus murah iPhone 17 Pro Max edisi spesial Anniversary UIN Kendari dengan harga klaim Rp9 juta untuk dua orang pemenang.
Unggahan kedua menawarkan emas Antam Logam Mulia 10 gram seharga Rp9 juta, sedangkan unggahan ketiga menawarkan emas Antam 10 gram dengan harga Rp15 juta.
Dalam postingan tersebut, korban diarahkan mengisi formulir dan mentransfer uang ke rekening Bank MNC Internasional nomor 206010007322515 atas nama Rindadewi Aryati.
Salah seorang korban berinisial RF mengaku percaya karena tampilan desain promosi identik dengan unggahan resmi kampus selama ini. Tanpa curiga, ia mentransfer uang sebesar Rp9 juta ke rekening yang tertera.
“Banyak yang percaya karena editannya persis dengan editan yang biasa diposting. Saya juga korban, Rp9 juta saya kirim, ada juga yang Rp15 juta,” ujar RF, Kamis (30/7).
Belakangan diketahui seluruh unggahan tersebut merupakan modus penipuan yang muncul saat akun Instagram resmi kampus diduga dibobol. Postingan itu sempat tayang pada Selasa (28/7/2026) sekitar pukul 17.00 hingga 19.30 Wita.
RF menyebut jumlah korban diduga lebih dari satu orang. Sejumlah korban, termasuk pihak kampus, dikabarkan telah melaporkan kasus tersebut ke kepolisian.
“Sudah ada beberapa teman melapor juga, pihak IAIN juga sudah lapor,” katanya.
Sementara itu, Humas UIN Kendari, Ali Hakim, belum memberikan keterangan resmi saat dikonfirmasi. Namun, melalui unggahan terbaru, akun @uinkendari menyampaikan bahwa akun Instagram mereka telah pulih sepenuhnya dan kembali berada di bawah kendali tim pengelola.
Pihak kampus juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas insiden yang terjadi serta mengimbau publik mengabaikan unggahan penipuan yang sempat beredar.
Redaksi











Komentar