KENDARI, KISAHAN.ID – Keindahan kawasan pedestrian MTQ Kendari yang menjadi salah satu ruang publik favorit warga, kini mulai ternoda oleh maraknya kenakalan remaja. Lokasi yang seharusnya menjadi tempat rekreasi dan aktivitas santai warga justru kerap dijadikan arena balapan liar oleh sejumlah oknum remaja.
Fenomena ini tidak hanya membahayakan keselamatan pelaku, tetapi juga mengganggu kenyamanan masyarakat yang datang untuk bersantai bersama keluarga. Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menyoroti langsung persoalan ini dan mengajak semua pihak untuk bergerak bersama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di kawasan tersebut.
“Pedestrian MTQ adalah ruang publik yang harus dijaga bersama. Saya minta dukungan Polresta Kendari dan Satpol PP untuk bersiaga di sana, terutama saat malam akhir pekan dan masa liburan. Jangan sampai dibiarkan menjadi ajang balapan liar,” tegas Siska.

Wali Kota Kendari dan jajaran Polresta Kendari saat membahas situasi kamtibmas di MTQ. Dok. Istimewa.
Wali Kota menekankan, kehadiran aparat di titik-titik rawan seperti pedestrian MTQ menjadi bentuk kehadiran negara dalam melindungi warganya. Menurutnya, menjaga ketertiban tidak cukup hanya mengandalkan patroli sesekali, tetapi butuh kolaborasi dan pengawasan intensif, utamanya di jam-jam rawan.
Menanggapi hal itu, Kapolresta Kendari, Kombes Pol Edwin Louis Sengka, menyatakan siap mendukung penuh arahan Wali Kota. Pihaknya akan mengatur penempatan personel yang bersiaga pada waktu-waktu tertentu, terutama malam Sabtu dan Minggu, serta masa liburan yang rawan terjadi balapan liar.
“Kami siap bersinergi dengan Satpol PP dan Pemkot Kendari untuk menjaga situasi di pedestrian MTQ. Ini penting untuk menjamin kenyamanan warga yang berkunjung, dan juga mencegah terjadinya potensi gangguan kamtibmas lainnya,” ujar Kombes Edwin.

Wali Kota Kendari usai berdiskusi dengan sejumlah pejabat lingkup Polresta Kendari. Dok. Istimewa.
Selama ini, kawasan pedestrian MTQ menjadi destinasi favorit masyarakat, terutama pada sore hingga malam hari. Namun, keramaian yang seharusnya menjadi nilai positif justru dimanfaatkan sebagian kelompok remaja untuk melakukan aksi ugal-ugalan. Tak jarang, masyarakat melaporkan gangguan suara bising, kejar-kejaran, hingga kerumunan yang memicu kekhawatiran.
Satpol PP Kota Kendari juga menyatakan siap memperkuat pengawasan. Kepala Satpol PP melalui jajarannya akan melakukan patroli gabungan bersama Polresta Kendari guna memastikan kawasan tersebut tetap kondusif dan nyaman bagi pengunjung.
Wali Kota Kendari berharap, selain dari aparat keamanan, kesadaran masyarakat—terutama para orang tua—juga penting untuk mencegah anak-anak terlibat dalam aktivitas negatif. Ia mengajak warga Kendari untuk bersama-sama menjaga ruang publik dan membangun budaya tertib di kota ini.

Wali Kota Siska saat menyapa Bhayangkari Polresta Kendari. Dok. Istimewa.
“Pedestrian MTQ adalah wajah kota. Kalau tempat seperti itu tidak bisa kita jaga, bagaimana dengan ruang publik lainnya? Ini tugas kita semua, bukan hanya pemerintah,” pungkas Siska.
Dengan langkah kolaboratif antara pemerintah kota, kepolisian, Satpol PP, dan masyarakat, Pemerintah Kota Kendari berkomitmen menciptakan ruang publik yang aman, nyaman, dan ramah bagi semua kalangan. Kota yang tertib bukan hanya harapan, melainkan cita-cita yang dibangun bersama. (ADV)











Komentar