KENDARI, KISAHAN.ID – Seorang pria bernama Muh Syawallandra dipolisikan di Polda Sultra pada Senin (24/2/2025) atas dugaan kasus penipuan. Akibat kejadian itu, korban bernama Agung Sriwijaya mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp400 juta.
Agung menjelaskan, ia dan rekan-rekannya termasuk Muh Syawallandra menjalankan kegiatan Seminar Nasional dan Pelatihan Public Speaking di salah satu hotel di Kendari. Pematerinya adalah Sherly Annavita Rahmi.
“Alhamndulillah, untuk prosesi semua kegiatan ini berjalan lancar dan aman,” kata Agung, Senin (3/3).
Hanya saja, lanjut Agung, ada aksi tak terpuji yang dilakukan oleh Muh. Syawallandra yang merupakan Event Organizer (EO) kegiatan tersebut. Ia duga menggelapkan dana ratusan juta dari anggaran tiket termasuk dana operasional lainnya.
“Harga tiket itu bervariasi, Rp120, Rp200, dan Rp300. Penjualan kepada peserta yang ditargetkan ke dia (Muh. Syawallandra) ada 2.000 peserta. Tapi uangnya tidak masuk ke kami. Diduga disalahgunakan, totalnya sekitar Rp400 jutaan,” sesalnya.
Agung telah memberikan gaji tersendiri untuk Muh. Syawallandra. Bahkan, Agung selalu memfasilitasi terduga pelaku untuk bertemu para sponsor sembari melakukan presentasi terkait kegiatan yang dilakukan, diantaranya pihak Toyota Kendari, MRM Kendari, BNI dan Bank Mandiri dan masih banyak lagi.
“Terduga pelaku ini mengaku sudah ketemu. Katanya, ada bantuan dana dari mereka, tapi harus ada ‘pelicin’ untuk yang uruskan itu pencairan. Makanya saya kirimkan lagi uang untuk dia,” bebernya.
Setelah diselidiki, Muh. Syawallandra ternyata tidak pernah bertemu dan presentasi di hadapan brand besar tersebut. Agung ditipu dan terduga pelaku telah putus kontak dengan penyelenggara kegiatan lainnya.
“Intinya, itu pelaku blokir semua nomor teman-teman. Makanya kami laporkan di Polda Sultra,” paparnya.
Agung berharap, polisi bisa meringkus pelaku. Apalagi, banyak informasi yang diterima jika Muh. Syawallandra ternyata mantan napi dan sedang dicari-cari oleh para korban lain dugaan kasus penipuan.
“Pelaku melancarkan aksinya dengan cara memasang foto wajah orang lain seolah-olah lulusan kampus ternama. Ternyata modus saja. Banyak korbannya, kasus penipuan juga,” pungkasnya.
Redaksi















Komentar