Pemkot Kendari Pemerintah

Kendari Jadi Sorotan Nasional, Gerakan Pangan Murah Digelar 200 Kali Dipuji Wamendagri

Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Wamendagri), Akhmad Wiyagus, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kendari atas konsistensinya menggelar Gerakan Pangan Murah. Dok: Istimewa.

KISAHAN.ID – Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Wamendagri), Akhmad Wiyagus, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kendari atas konsistensinya menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan menekan laju inflasi daerah. Hingga Mei 2026, program tersebut tercatat telah dilaksanakan sebanyak 200 kali dan disebut menjadi salah satu yang terbanyak di Indonesia.

Apresiasi itu disampaikan Akhmad Wiyagus saat menghadiri sekaligus membuka kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar di Lapangan Parkir Balai Kota Kendari, Jumat (29/5/2026). Dalam suasana penuh antusias masyarakat, ia menilai langkah yang dilakukan Pemkot Kendari menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah daerah hadir secara langsung untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi dan fluktuasi harga pangan.

“Ini mungkin yang terbanyak ya, kota yang melaksanakan intervensi dalam bentuk Gerakan Pangan Murah. Sudah 200 kali, luar biasa itu,” ujar Akhmad di hadapan masyarakat dan jajaran pemerintah daerah.

Menurutnya, pengendalian inflasi bukan hanya soal menjaga angka statistik tetap rendah, tetapi juga memastikan masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang terjangkau. Ia menilai Kendari berhasil menjaga keseimbangan tersebut melalui intervensi yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.

Saat ini, inflasi di Kota Kendari berada di kisaran 2,9 persen dan masih tergolong terkendali. Capaian itu dinilai tidak terlepas dari keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga distribusi dan keterjangkauan bahan pokok di tengah tantangan global yang terus meningkat.

Akhmad mengingatkan bahwa ancaman pemanasan global, cuaca ekstrem, hingga fenomena super El Nino menjadi persoalan serius yang dapat memengaruhi produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional. Kondisi tersebut, kata dia, membutuhkan respons cepat dan kolaboratif dari seluruh pihak.

“Pemanasan global, cuaca ekstrem, super El Nino yang mungkin ini juga harus disikapi oleh kita bersama. Dan ini tentunya akan pengaruhi produktivitas, ketahanan pangan kita, para petani dalam produksi komoditas pangan,” katanya.

Meski menghadapi tantangan global, ia menyebut kondisi ekonomi Indonesia masih menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal pertama tahun 2026 tercatat mencapai 5,61 persen. Selain itu, tingkat inflasi nasional juga masih berada dalam rentang target pemerintah, yakni sekitar 2,48 persen.

Menurut Akhmad, keberhasilan menjaga kestabilan ekonomi nasional tidak terlepas dari kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memastikan ketersediaan serta keterjangkauan bahan pokok bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, bahkan rutin memimpin rapat pengendalian inflasi setiap pekan guna memastikan kondisi harga pangan di seluruh daerah tetap stabil.

“Kita tahu bahwa Pak Mendagri ini setiap Senin memimpin langsung pengendalian inflasi yang memastikan bahwa ketersediaan komoditas pangan, kemudian juga keterjangkauan harga kebutuhan pokok bisa dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Akhmad juga mengungkapkan bahwa stok beras nasional yang tersimpan di Bulog saat ini mencapai sekitar lima juta ton. Jumlah tersebut disebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Namun menurutnya, ketersediaan stok pangan tidak akan berdampak besar apabila masyarakat kesulitan mengaksesnya dengan harga yang sesuai kemampuan ekonomi mereka.

Karena itu, Gerakan Pangan Murah dianggap menjadi salah satu solusi penting untuk memperpendek jalur distribusi antara Bulog dan masyarakat secara langsung.

“Makanya pasar murah ini bagian dari membuka aksesibilitas antara Bulog dengan masyarakat, sehingga masyarakat bisa merasakan ketersediaan pangan yang ada dengan harga yang terjangkau,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, yang diwakili Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, mengatakan Gerakan Pangan Murah bukan hanya diperuntukkan bagi masyarakat sebagai konsumen, tetapi juga menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan usaha para produsen lokal dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Menurut Sudirman, pemerintah berusaha menjaga keseimbangan harga agar tetap terjangkau tanpa membuat petani, produsen, maupun pelaku usaha mengalami kerugian.

“Kami juga menjaga produsen-produsen kita, jangan sampai juga harga terlalu murah. Jadi harapan kami melalui Gerakan Pangan Murah ini, kami selalu mengontrol tidak juga mesti harga murah, tapi juga kami mengontrol bagaimana harga juga tidak terlalu tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan, lokasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di pelataran Balai Kota Kendari telah menjadi saksi berbagai kegiatan serupa yang rutin dilaksanakan pemerintah daerah, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan ketika kebutuhan masyarakat meningkat.

Antusiasme warga yang terus tinggi menjadi alasan Pemkot Kendari mempertahankan program tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih bersahabat.

“Alhamdulillah antusias masyarakat luar biasa. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini bisa mendorong masyarakat dapat berbelanja, begitu juga dapat menjadikan harga stabil di Kota Kendari,” tutup Sudirman.

Redaksi: Muammar Said Fadhol

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *