KISAHAN.ID – Membangun masyarakat yang sehat tidak cukup hanya dengan menghadirkan fasilitas pelayanan kesehatan. Dibutuhkan kepedulian, kolaborasi, dan langkah nyata yang dimulai dari lingkungan terkecil agar setiap warga memiliki kesempatan hidup yang lebih sehat dan berkualitas.
Komitmen itulah yang terus diwujudkan Pemerintah Kota Kendari melalui berbagai program promotif dan preventif. Salah satunya ditandai dengan Pertemuan Koordinasi Bidang Kesehatan yang dirangkaikan dengan peluncuran Kelurahan Siaga TBC “Kendari Tuntas TBC” serta sosialisasi Paket Sehat Spesial, di salah satu hotel di Kota Kendari, Selasa (14/7/2026).
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan bahwa tuberkulosis (TBC) masih menjadi tantangan kesehatan yang harus dihadapi secara serius dan menyeluruh. Karena itu, Pemerintah Kota Kendari menetapkan 62 kelurahan sebagai Kelurahan Siaga TBC.
“Semuanya akan menjadi garda terdepan dalam mendeteksi kasus sejak dini, melakukan pelacakan kontak erat, memberikan edukasi kepada masyarakat, hingga mengidentifikasi faktor-faktor risiko di lingkungan masing-masing,” tegasnya.

Menurutnya, langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat pemutusan rantai penularan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa TBC bukan penyakit yang harus ditakuti karena dapat disembuhkan apabila ditemukan dan ditangani sejak awal.
Data Dinas Kesehatan Kota Kendari hingga Juni 2026 mencatat terdapat 923 kasus TBC, dengan 896 pasien atau sekitar 97,1 persen telah menjalani pengobatan.
“Pemerintah juga terus memperluas investigasi kontak erat dan memberikan Terapi Pencegahan TBC (TPT) bagi kelompok yang berisiko tinggi sebagai bagian dari upaya menekan penyebaran penyakit tersebut,” ucap Siska.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, menegaskan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya berfokus pada penanggulangan penyakit menular.

Menurutnya, tren penurunan stunting di Kota Kendari merupakan buah dari kerja sama lintas sektor yang melibatkan pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut terus diperkuat agar setiap anak memperoleh kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal.
Ia menjelaskan, Program Orang Tua Asuh Stunting masih menjadi salah satu program unggulan. Melalui program ini, para pejabat daerah mendampingi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus dengan memastikan pemenuhan gizi, pemantauan kesehatan secara berkala, serta dukungan berkelanjutan bagi keluarga.
Untuk memastikan seluruh intervensi berjalan tepat sasaran, Dinas Kesehatan bersama Satgas Stunting juga terus memperbarui dan menyinkronkan data di lapangan sehingga bantuan benar-benar diterima oleh keluarga yang membutuhkan. Komitmen tersebut semakin diperkuat melalui Paket Sehat Spesial yang akan berlangsung pada 17 Juli hingga 17 Agustus 2026.

“Program ini menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di setiap kelurahan, sekaligus memberikan intervensi pencegahan stunting bagi ibu hamil, balita, serta kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus,” tambahnya.
Keberhasilan program pemeriksaan kesehatan gratis pun menjadi kebanggaan tersendiri. Pada 2025, capaian layanan ini mencapai 70,49 persen, tertinggi di Sulawesi Tenggara dan melampaui target nasional. Memasuki pertengahan Juli 2026, capaian tersebut kembali berada di atas target nasional, mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi kesehatannya.
Melalui semangat gotong royong yang melibatkan pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, PKK, RT/RW, hingga seluruh masyarakat, Pemerintah Kota Kendari optimistis target “Kendari Tuntas TBC” sekaligus mewujudkan generasi bebas stunting dapat tercapai. (ADV)











Komentar