KISAHAN.ID – Polemik pengadaan paket seragam siswa baru di SMA Negeri (SMAN) 2 Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), semakin mengemuka. Orangtua siswa disebut harus membayar hingga Rp1,3 juta lebih per siswa, namun rincian harga setiap jenis seragam dan atribut yang menjadi dasar pembayaran belum diberikan secara terbuka.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan keras dari kalangan orangtua. Tidak adanya rincian resmi membuat sejumlah orangtua siswa menduga adanya “anggaran siluman” di balik pengadaan seragam itu. Sorotan tak hanya menyangkut besarnya nominal, tetapi juga perbedaan pembayaran yang diterapkan kepada siswa.
Salah seorang orangtua siswa yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, pembayaran seragam ini dilakukan berdasarkan nominal yang disampaikan pihak sekolah. Tak ada rincian pasti padahal mereka sudah meminta berulangkali.
“Kita tidak dikasi rincian, murni mengikut dari yang disebut pihak sekolah. Setiap kali orangtua minta rincian, bahkan disampaikan di grup WhatsApp orangtua, tidak transparan juga, kaya “anggaran siluman” saja. Kalau ada rincian, kita kan bisa lihat, ini keterbukaan juga,” ujarnya, Selasa (1/9/2026).
Tanpa rincian harga, orangtua mengaku kesulitan memastikan apakah nominal pembayaran ratusan ribu hingga Rp1,3 juta tersebut benar-benar sebanding dengan barang yang diterima siswa.
Humas SMAN 2 Kendari, Nurdiana, mengatakan jumlah siswa kelas X tahun ajaran 2026 mencapai 480 orang. Dari jumlah tersebut, 70 siswa telah mendapatkan bantuan seragam putih-abu-abu dari Pemerintah Provinsi Sultra.
“Jumlah siswa 480 pak untuk kelas 10. Kemarin seragam baju putih abu-abu gratis dari pemerintah sebanyak 70 orang,” kata Nurdiana kepada Kisahan.id.
Ironisnya, ketika persoalan transparansi pengadaan dikonfirmasi, Humas SMAN 2 Kendari mengaku tidak mengetahui secara detail. Menurutnya, urusan pembelian seragam ditangani koperasi sekolah.
“Koperasi yang tangani urusan pembelian di sekolah, Pak,” paparnya.
Berdasarkan data yang diterima Kisahan.id, terdapat siswa yang membayar sekitar Rp675 ribu untuk sejumlah paket seragam. Sementara, siswa lainnya disebut ada membayar hingga sekitar Rp1,3 juta. Perbedaan nominal itu semakin mengundang tanda tanya karena orangtua mengaku tidak menerima rincian harga masing-masing barang.
Diketahui, adapun paket seragam dan atribut yang disiapkan untuk siswa kelas X meliputi batik, tenun, pakaian olahraga, pakaian muslim, topi, dasi, ikat pinggang, papan nama, kaus kaki, buku tata tertib, lambang sekolah dan kelas, lambang Pramuka, serta jilbab abu-abu dan putih bagi siswi.
Dengan jumlah siswa kelas X yang mencapai 480 orang dan 70 di antaranya menerima bantuan seragam putih-abu-abu, nilai pembayaran yang dihimpun dari siswa lainnya berpotensi mencapai angka yang cukup besar.
Karena itu, orangtua siswa mengaku berhak mendapatkan penjelasan secara terang-benderang mengenai total nilai pengadaan, dasar penetapan harga, rincian harga setiap item, mekanisme pembelian, serta pihak yang bertanggung jawab dalam pengadaan tersebut.
Kisahan.id masih berupaya memperoleh keterangan Kepala SMAN 2 Kendari, Nur Aida. Namun hingga berita ini diterbitkan, mekanisme penetapan harga, rincian setiap paket, keterlibatan koperasi, dasar pengadaan, serta alasan tidak dibukanya rincian harga kepada orangtua belum mendapatkan respons.
Penulis: Herlis Ode Mainuru



















Komentar