KISAHAN.ID – Di balik ribuan panggilan yang masuk ke Call Center 112 Kota Kendari, tersimpan harapan warga agar setiap persoalan yang mereka hadapi dapat segera ditangani. Mulai dari gangguan listrik, lampu jalan padam, pohon yang membahayakan, hingga persoalan ketertiban umum, layanan darurat ini terus menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah.
Sepanjang 1–30 Juni 2026, Call Center 112 menerima sebanyak 2.318 panggilan. Dari jumlah tersebut, 1.570 panggilan atau sekitar 68 persen merupakan laporan yang valid, sedangkan 748 panggilan lainnya tergolong tidak valid karena berupa panggilan iseng maupun panggilan kosong.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, mengatakan layanan 112 menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat respons pemerintah terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Call Center 112 disiapkan agar setiap aduan masyarakat dapat diterima dan diteruskan kepada instansi yang berwenang secara cepat. Evaluasi rutin terus dilakukan agar kualitas pelayanan semakin meningkat,” ujarnya.
Dari seluruh laporan yang diverifikasi, tercatat 167 tiket pengaduan diteruskan kepada OPD maupun instansi terkait. Sebanyak 111 laporan atau 66 persen telah berhasil diselesaikan, sementara 56 laporan lainnya masih dalam proses penanganan.
Gangguan kelistrikan menjadi keluhan yang paling banyak disampaikan warga. Tercatat 49 laporan ditujukan kepada PLN dan seluruhnya berhasil ditindaklanjuti.
Selain itu, masyarakat juga banyak melaporkan konsleting listrik dan lampu penerangan jalan umum yang masing-masing mencapai 28 kasus, disusul permintaan penebangan pohon sebanyak 14 laporan serta enam laporan terkait orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Sementara itu, Satpol PP dan Polres berhasil menuntaskan seluruh laporan yang diterima melalui layanan tersebut. Di sisi lain, Dinas Perhubungan dan DLHK masih terus menyelesaikan sejumlah laporan yang menjadi kewenangannya.
Menurut Sahuriyanto, tingginya jumlah laporan valid menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Call Center 112.
Ia berharap seluruh OPD terus memperkuat koordinasi dan mempercepat respons, sehingga layanan ini tidak hanya menjadi pusat pengaduan, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi yang menghadirkan pelayanan publik yang cepat, tepat, transparan, dan akuntabel bagi seluruh warga Kota Kendari.
Redaksi



















Komentar