KISAHAN.ID – Ibu AKS (12), berinisial MS, tak kuasa menahan tangis melihat kondisi putri kesayangannya terus berlaga seperti anak yang tak biasa. Sejak korban dicabuli oleh oknum TNI di Kodim 1417/Kendari, Sertu Majid Bone, anaknya mulai mengalami perubahan perilaku.
AKS adalah buah hati MS dan suaminya, BW. Semasa sekolah hingga duduk di kelas 6 SDN di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konsel, korban dikenal sebagai anak yang aktif dan periang.
Namun, ketika korban dicabuli oleh Sertu Majid Bone pada 14 April 2025 lalu, kondisinya berubah drastis. Korban sering menangis, histeris ketakutan, melukai diri, bahkan beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri.
Informasi terbaru yang diperoleh Kisahan.id, AKS sempat jatuh sakit dan dilarikan ke RS Bhayangkara Kendari, Minggu (17/5/2026), kemarin. Namun tak lama di sana, ia dipulangkan oleh pihak keluarga ke rumah neneknya di Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari.
Bukan tanpa alasan, melainkan korban selalu mengamuk dan berteriak di RS Bhayangkara. Khawatir mengganggu pasien lain, keluarga memilih membawa pulang AKS.
“Kemarin sakit lagi perutnya, menangis-menangis, dia tarik-tarik lagi rambutnya mencakar, makanya saya bawa di RS tapi itu dia tidak koperatif diperiksa, ya namanya sakit mental kasian. Saya kasih pulang tadi malam, masalahnya dia mengamuk banyak orang,” ucapnya, Senin (18/5).
MS juga berencana ingin mengambilkan kamar tersendiri untuk anak tercintanya. Namun kendala lain lagi-lagi menghantui keluarganya yang hidup dengan seadanya. BPJS Kesehatan menunggak, membuatnya kebingungan untuk berbuat banyak.
Meski demikian, upaya pertolongan agar mental anaknya kembali pulih, terus dilakukan. Kata MS, anaknya diberikan obat, didampingi psikolog dan DP3A Kota Kendari, meskipun hingga kini belum benar-benar membuahkan hasil yang maksimal.
“Ada ji DP3A Kota Kendari. Saya mau mbil kamar yang sendiri, tapi saya nda sanggup bayar, BPJS ku menunggak,” tambahnya.
Terkait pelaku, MS kebingungan. Sebab sudah sebulan lebih dilakukan pencarian, Sertu Majid Bone yang kini berstatus DPO belum juga ditemukan. Ia hanya berharap, pelaku segera ditangkap agar keadilan bagi anaknya benar-benar didapatkan.
Redaksi: Muammar Said Fadholi



















Komentar