KISAHAN.ID – Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, kembali memainkan peran strategis di panggung nasional. Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Komisariat Wilayah (Komwil) VI Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), ia menyampaikan laporan komisariat pada Sidang Pleno II Musyawarah Nasional (Munas) APEKSI XVIII di Medan, Kamis (2/7/2026), dengan membawa sederet rekomendasi untuk mempercepat pembangunan kawasan Indonesia Timur.
Di hadapan peserta sidang, Siska menegaskan bahwa Komwil VI telah merumuskan berbagai usulan yang bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Fokus utamanya ialah mempercepat pembangunan infrastruktur dasar dan konektivitas sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, pemerintah kota di wilayah timur mendorong penguatan sarana industri dan perdagangan, perluasan elektrifikasi kampung, penyediaan hunian layak, hingga percepatan digitalisasi layanan publik agar pelayanan kepada masyarakat semakin efektif, cepat, dan efisien.
“Percepatan infrastruktur dasar dan konektivitas menjadi fondasi penting dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, pembangunan sarana industri, perdagangan, elektrifikasi kampung hingga digitalisasi pelayanan publik harus terus didorong secara berkelanjutan,” ujar Siska.
Selain infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi prioritas Komwil VI. Pemerintah kota berkomitmen memperkuat layanan pendidikan dan kesehatan sebagai langkah nyata menekan angka stunting serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi.
Pada hari yang sama, Siska turut menghadiri penutupan Munas APEKSI XVIII yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono.
Dalam arahannya, AHY menekankan bahwa kepala daerah harus menjadi “arsitek masa depan” yang mampu menghadirkan inovasi, menetapkan prioritas pembangunan secara tepat, serta membangun kota yang berkelanjutan.
Ia juga memaparkan Visi Kota Berkelanjutan 2045 yang menempatkan kota sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional melalui lima pilar utama, yakni sistem perkotaan yang seimbang, kota layak huni dan inklusif, kota maju, kota hijau dan tangguh, serta tata kelola pemerintahan yang transparan melalui penerapan smart and good governance.
Keikutsertaan Siska Karina Imran dalam forum nasional tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kendari untuk terus mendorong pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan selaras dengan arah pembangunan Indonesia menuju 2045.
Redaksi











Komentar