KISAHAN.ID – Tim Patroli Jentik Presisi (PJP) Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Tenggara melakukan fogging atau pengasapan di 156 rumah warga di RW 5, Kelurahan Lepo-lepo, Kota Kendari, sebagai upaya mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) pascabanjir.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus respons cepat atas laporan masyarakat terkait meningkatnya populasi nyamuk di wilayah tersebut. Warga sebelumnya melaporkan adanya seorang anak yang terjangkit DBD serta banyaknya genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
Mendapat laporan tersebut, Tim PJP Biddokkes Polda Sultra langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan lingkungan dan pengasapan secara menyeluruh dari rumah ke rumah. Kehadiran personel kesehatan Polri mendapat sambutan positif dari masyarakat yang khawatir terhadap ancaman penyakit pascabanjir.
Kabid Dokkes Polda Sultra, Kombes Pol. Ignatius Hendra, mengatakan kegiatan fogging merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat, khususnya warga yang terdampak banjir.
“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat langsung ketika masyarakat menghadapi persoalan, termasuk dalam bidang kesehatan lingkungan. Kegiatan fogging ini merupakan bentuk kepedulian kami untuk membantu warga yang terdampak kondisi pascabanjir,” ujarnya.
Menurutnya, Tim Patroli Jentik Presisi dibentuk untuk memberikan respons cepat terhadap berbagai laporan masyarakat yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan. Selain fogging, petugas juga memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan gerakan 3M Plus untuk mencegah berkembangnya jentik nyamuk.
Lurah Lepo-lepo, Ridlan Nurung, mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Polda Sultra dalam menindaklanjuti keluhan masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolda Sultra beserta jajaran Biddokkes yang telah bergerak cepat melakukan fogging di lingkungan warga kami. Langkah ini sangat membantu mengurangi kekhawatiran masyarakat terhadap ancaman penyakit akibat kondisi pascabanjir,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Polda Sultra berharap potensi penyebaran DBD di Kelurahan Lepo-Lepo dapat ditekan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan penyakit.
Redaksi



Komentar