KISAHAN.ID – Tim Formatur Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), LM Rajab Jinik, mengingatkan seluruh masyarakat Muna agar tidak menggiring opini terkait pelaksanaan Silaturahmi Akbar KKMM ke ranah politik. Ia juga mengajak semua pihak menolak segala bentuk provokasi yang berpotensi memecah persatuan menjelang kegiatan yang akan digelar pada 19 Juli 2026 di Kota Kendari.
Silaturahmi Akbar tersebut dijadwalkan dihadiri masyarakat Muna dari 17 kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara, serta perantau Muna yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia. Kegiatan itu digelar sebagai wadah mempererat tali persaudaraan, memperkuat nilai kekeluargaan, serta melestarikan budaya Wuna yang berlandaskan falsafah Kawunaha.
Rajab menegaskan, sejak awal kegiatan itu dirancang sebagai ruang silaturahmi yang lahir dari kesepakatan para tokoh masyarakat Muna. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh berbagai narasi yang berupaya mengaitkan agenda tersebut dengan kepentingan politik tertentu.
“Silaturahmi ini mempertemukan para sesepuh, generasi muda, tokoh masyarakat, hingga seluruh warga Muna. Tujuannya hanya satu, memperkuat kekeluargaan, kekerabatan, dan identitas masyarakat Muna di Sulawesi Tenggara,” tegasnya, Jumat (10/7/2026).
Menurut Rajab, perbedaan pandangan merupakan hal yang lumrah dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, ia mengingatkan agar perbedaan tersebut tidak dijadikan alasan untuk membangun opini yang memicu kesalahpahaman ataupun memecah hubungan persaudaraan.
Ia menegaskan, KKMM merupakan organisasi yang dibentuk sebagai wadah pemersatu masyarakat Muna tanpa membedakan latar belakang politik, profesi, organisasi, maupun jabatan. Oleh sebab itu, ia membantah anggapan yang mengaitkan Silaturahmi Akbar dengan jabatan Ketua Umum KKMM Sultra, La Ode Darwin, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sultra.
Rajab menjelaskan, kepemimpinan La Ode Darwin di KKMM merupakan hasil mekanisme musyawarah organisasi dan tidak memiliki keterkaitan dengan agenda politik ataupun pelaksanaan Silaturahmi Akbar.
Menjelang pelaksanaan kegiatan, Rajab kembali mengajak seluruh masyarakat Muna menjaga suasana yang kondusif, mengedepankan persaudaraan, serta menolak segala bentuk provokasi yang berpotensi memecah kebersamaan.
“Mari kita hadir dengan semangat persaudaraan, saling menghormati, dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah kebersamaan. Yang ingin kita bangun adalah persatuan, kekeluargaan, dan identitas masyarakat Muna di Sulawesi Tenggara,” pungkasnya.
Redaksi



















Komentar