Hukrim Pemerintah Politik

Sepak Terjang Bachrun-Asrafil hingga Sukses Menangkan Pilkada Muna

MUNA, KISAHAN.ID – Bachrun Labuta-La Ode Asrafil Ndoasa meraih suara terbanyak pada Pilkada 27 November lalu. Pasangan yang akrab disapa Bahtera ini berada di urutan pertama, disusul LM Rajiun Tumada-Purnama Ramadhan dengan selisih suara sebanyak 6.253 suara.

Bachrun dan Asrafil memiliki latar belakang sebagai aparatur sipil negara (ASN) dan sudah terbukti handal dalam dunia birokrasi. Bachrun memiliki keahlian di bidang keuangan, sementara Asrafil menguasai bidang pertanahan.

Sebelum menjadi Wakil Bupati sekaligus Plt. Bupati Muna, Bachrun menduduki jabatan strategis di Pemprov Sultra dan dikenal sebagai anak ‘emas’ beberapa gubernur setempat.

Ia terjun ke dunia politik pada 2020 setelah dipinang oleh LM Rusman Emba sebagai calon wakil bupati. Namun, setelah Bupati Muna, LM Rusman Emba, terjerat masalah hukum pada 2023, Bachrun harus menjalankan tugas sebagai Plt. Bupati hingga saat ini.

Dengan visi-misi yang belum tercapai bersama Rusman Emba, Bachrun memutuskan untuk maju lagi dalam Pilkada 27 November 2024 dan memilih Asrafil sebagai wakilnya. Hasilnya, mereka berhasil meraih suara terbanyak.

Sebagai seorang ahli keuangan, Bachrun memiliki strategi untuk meningkatkan pendapatan daerah. Salah satu program unggulannya adalah pemberdayaan sumber daya alam (SDA) Bumi Sowite melalui pengembangan sektor jagung, peternakan, dan perikanan.

“InsyaAllah, melalui tiga program ini, Muna akan maju dan masyarakat sejahtera,” ungkap Bachrun, Jumat (3/1/2025).

Untuk mewujudkan kemajuan Bumi Sowite, Bachrun menegaskan pentingnya kerjasama antara pemerintah daerah dan masyarakat.

“Muna ini bisa maju bukan hanya karena kerja keras kepala daerah, tetapi harus kita lakukan bersama-sama,” tegasnya.

Di sisi lain, La Ode Asrafil Ndoasa merupakan birokrat tulen yang berpengalaman di bidang tata ruang dan pertanahan.

Demi mengabdikan diri di kampung halamannya, Asrafil rela mengundurkan diri dari jabatan ASN di Badan Pertanahan Nasional (BPN), di mana ia terakhir menjabat sebagai Kepala BPN Kediri, Jawa Timur.

Asrafil memulai karirnya di BPN sejak 1995, dengan penempatan pertama di Muna hingga 1998, sebelum dipindahkan ke Kanwil BPN Sulawesi Tenggara.

Karirnya terus berkembang, dengan jabatan strategis di berbagai daerah, seperti Kepala BPN Konawe Selatan, Buton Utara, Plt. Kepala BPN di Buton, Muna, Kepala BPN Kota Kendari, Surabaya III, Malang, hingga Kediri.

Di setiap tugas yang diembannya, Asrafil banyak memberi kontribusi positif, termasuk memfasilitasi pembukaan jalan dua jalur di Konda, Konawe Selatan, dan sukses membuka jalan dua jalur menuju Bandar Udara Haluoleo di Kendari.

Dengan pengalaman dan keahlian di bidang pertanahan, Asrafil berkomitmen untuk membantu masyarakat yang tanahnya belum memiliki sertifikat.

“InsyaAllah, kami akan bantu masyarakat yang tanahnya belum bersertifikat secara gratis,” janji Asrafil.

Sebagai saudara dari politisi PKB, La Ode Marshudi (Andindi), Asrafil siap bekerja sama dengan Bachrun Labuta untuk membangun dan memajukan Bumi Sowite.

“Kami berangkat dari niat yang tulus untuk Muna,” pungkasnya.

Redaksi

Loading

Facebook Comments Box

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *