Pendidikan

Sambut Ramadan, Komisi Dakwah MUI Sultra Gandeng Mahasiswa Kampus Islam Perkuat Dakwah Digital

KISAHAN.ID — Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memperkuat peran dakwah di ruang digital dengan menggandeng mahasiswa dari kampus-kampus Islam di Sultra. Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Peningkatan Kompetensi Dakwah Digital di Kalangan Muda yang digelar pada Jumat (31/1/2026), bertepatan dengan 12 Sya’ban 1447 H, di Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jannatu Adnin Kendari.

Kegiatan bertema “Optimalisasi Dakwah Digital di Kalangan Muda: Meningkatkan Kompetensi Da’i dan Da’iyah Muda Menyambut Ramadan 1447 H/2026 M” ini diikuti oleh 45 peserta dari empat perguruan tinggi Islam di Sultra, yakni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, IIQ Jannatu Adnin Kendari, Universitas Muhammadiyah Kendari, dan Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara.

Pelatihan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Umum MUI Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. KH. Mursyidin, M.HI. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya transformasi metode dakwah seiring dengan perubahan pola komunikasi masyarakat yang semakin digital.

“Dakwah hari ini tidak cukup hanya disampaikan di mimbar-mimbar konvensional. Ruang digital telah menjadi medan dakwah baru yang sangat strategis, dan generasi muda, khususnya mahasiswa, harus mengambil peran utama di dalamnya,” ujar KH. Mursyidin.

Ia menambahkan, mahasiswa memiliki keunggulan dalam penguasaan teknologi dan kreativitas, sehingga diharapkan mampu menghadirkan dakwah yang moderat, sejuk, dan relevan dengan kebutuhan umat, khususnya menjelang Ramadan.

Sementara itu, Rektor IIQ Jannatu Adnin Kendari, Dr. Syamsul Bahri, M.A., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara MUI Sultra dan perguruan tinggi Islam. Menurutnya, sinergi tersebut merupakan langkah konkret dalam menyiapkan dai dan da’iyah muda yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga mampu berkontribusi langsung bagi umat. Melalui dakwah digital, nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin dapat disampaikan secara lebih luas dan efektif,” kata Syamsul Bahri.

Rangkaian materi pelatihan disampaikan oleh para narasumber yang berpengalaman di bidang dakwah dan pendidikan. Pemateri pertama, Dr. KH. Abbas Tekkeng, M.Pd, memaparkan Profil Dakwah Indonesia di Era Digital dengan menyoroti perubahan pola konsumsi informasi keagamaan serta tantangan otoritas keilmuan di media sosial. Ia menekankan pentingnya literasi digital dan etika dakwah agar pesan keislaman tetap akurat dan menyejukkan.

Pemateri kedua, Dr. KH. Jahada, M.Pd.I, mengulas Strategi Dakwah Digital, mulai dari pemilihan platform, segmentasi audiens, hingga pengelolaan interaksi publik secara bijak. Menurutnya, keberhasilan dakwah digital tidak hanya ditentukan oleh kuantitas konten, tetapi juga kualitas pesan dan konsistensi narasi.

Adapun pemateri ketiga, Dr. H. Danial Idrus, Lc., M.Th.I, membawakan materi Formula Pembuatan Konten Dakwah Digital yang aplikatif. Ia mengajak peserta memahami alur kreatif, mulai dari perencanaan pesan, produksi visual, hingga distribusi konten, agar dakwah mampu menjangkau audiens luas tanpa kehilangan kedalaman substansi.

Melalui pelatihan ini, MUI Sulawesi Tenggara berharap lahir dai dan da’iyah muda yang mampu memanfaatkan ekosistem digital secara bertanggung jawab, sekaligus menjadi garda terdepan dalam menyemarakkan dakwah Islam yang inklusif dan berkemajuan menjelang Ramadan 1447 Hijriah.

Redaksi

Loading

Facebook Comments Box

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *