KISAHAN.ID – Aparat kepolisian menyisir sejumlah lokasi yang menjadi tempat berkumpulnya pelajar dan remaja di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (17/8/2026). Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya tawuran antar-kelompok.
Dalam penyisiran itu, polisi mengamankan delapan pelajar. Petugas juga menemukan senjata tajam jenis golok sisir serta bongkahan batu yang disimpan di dalam tas.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, Kompol Welliwanto Malau, mengatakan penyisiran dilakukan sebagai bagian dari upaya kepolisian mengantisipasi aksi tawuran yang melibatkan pelajar.
Sebelumnya, konvoi pelajar sambil membawa senjata tajam (sajam) pecah di Kota Kendari. Aksi tersebut berujung pada dua pelajar menjadi korban terkena anak panah dalam keributan antark-kelompok.
Satu anak panah dilaporkan menancap di bagian belakang kepala korban, sedangkan korban lainnya terkena di bagian pinggang. Keduanya kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bahteramas Kendari untuk mendapatkan penanganan medis.
Welliwanto mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap rangkaian kejadian tersebut.
“Tim ada di lapangan sedang melakukan penyelidikan,” kata Welliwanto.
Dari delapan pelajar yang diamankan, polisi turut menyita dua golok sisir dan bongkahan batu yang ditemukan di dalam tas. Polisi masih mendalami peran masing-masing pelajar yang diamankan.
Penyelidikan juga diarahkan untuk mengungkap pihak yang membawa maupun menggunakan senjata tajam dan benda lainnya dalam aksi tersebut.
“Sejauh ini, ada delapan orang sudah diamankan, dua golok sisir, dan bongkahan batu dalam tas,” ucapnya.
Penulis: Herlis Ode Mainuru



















Komentar