Hukrim

Belum Siap Dipanggil Mama-Papa, Pasangan Mahasiswa di Kendari Pilih Aborsi, Para Suporter Ikut Diseret

Mahasiswi (AR, baju hitam polos), mahasiswa (RZ, baju hitam paduan putih), dan sejumlah suporter yang diamankan perkara aborsi di Kendari. Dok: Istimewa.

KISAHAN.ID – Tiga tahun menjalin hubungan asmara semestinya menjadi perjalanan untuk saling mengenal dan mempersiapkan masa depan. Namun, pasangan mahasiswa di Kota Kendari, AR dan RZ, justru berujung pada persoalan hukum setelah keduanya diduga terlibat dalam perkara aborsi.

AR belum mau dipanggil mama dan RZ belum siap naik level jadi papa. Aborsi diduga menjadi pilihan. Akibatnya, perkara tersebut tidak lagi menjadi urusan pribadi karena polisi turun tangan.

Sejumlah orang yang disebut sebagai rekan keduanya dan menjadi “suporter” turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan. Mereka masing-masing berinisial AR, BL, EK, SD, AS, dan FN.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, Kompol Welliwanto Malau, membenarkan pengungkapan perkara tersebut. Ia mengatakan, sembilan orang itu diamankan Tim URC Buser 77 Satreskrim bersama Unit Kamneg Satintelkam Polresta Kendari pada Kamis (11/9/2026) sekitar pukul 09.30 Wita.

“Mereka ini pacaran sudah tiga tahun. Hamil, kemudian aborsi. Rekan-rekannya itu kami amankan untuk diperiksa juga,” kata Welliwanto, Senin (14/9/2026).

Kasus ini bermula dari informasi yang diterima polisi melalui layanan 110 Polresta Kendari mengenai dugaan aborsi di sebuah rumah di kawasan BTN Baito Permai, Jalan Tunggala, Kelurahan Anawai, Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari.

Ironisnya, ketika petugas tiba di lokasi, rumah tersebut sudah dalam keadaan kosong. Pemeriksaan kemudian dilakukan dan polisi menemukan indikasi yang diduga berkaitan dengan tindak pidana aborsi.

Namun, persoalan belum berhenti di sana. Janin yang sebelumnya diduga berada di lokasi tidak lagi ditemukan. Polisi bahkan harus menelusuri informasi mengenai dugaan pembuangan janin hingga ke wilayah Amonggedo, Kabupaten Konawe.

Hingga kini, pencarian tersebut belum membuahkan hasil. Di tengah proses penyelidikan, polisi juga mengamankan sejumlah obat yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Sementara itu, peran masing-masing dari para “suporter” yang diamankan itu masih terus didalami.

“Untuk keterlibatan atau peran mereka ini nanti kami sampaikan perkembangannya. Kita dalami dulu semua,” beber Welliwanto.

Polisi masih mengurai siapa berbuat apa, siapa mengetahui, siapa membantu, serta bagaimana rangkaian peristiwa tersebut terjadi. Karena itu, keterlibatan masing-masing pihak belum dapat disimpulkan sebelum proses pemeriksaan dan penyelidikan selesai.

“Tim Buser 77 bersama Unit Kamneg Polresta Kendari masih melakukan pencarian dan pengembangan terhadap pelaku serta barang bukti lainnya,” ujarnya.

Perkara tersebut kini masih dalam pengembangan. Polisi juga masih menelusuri keberadaan janin yang diduga dibuang serta kemungkinan adanya pihak lain yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *