KISAHAN.ID – Sekolah semestinya menjadi tempat siswa menimba ilmu, membangun karakter, dan merasa aman. Namun, suasana itu justru terusik oleh mencuatnya dugaan hubungan khusus antara seorang guru beristri di SMAN 2 Kendari, Aris Basuki, dan seorang siswi, Bunga (samaran).
Dugaan tersebut kini menjadi perbincangan di lingkungan sekolah. Sejumlah pelajar bahkan memilih buka suara menyampaikan apa yang mereka ketahui kepada orangtua Bunga. Percakapan mereka kemudian tersebar.
Dalam rekaman tersebut, sejumlah siswi mengaku mengetahui kedekatan Aris dan Bunga sejak Bunga masih duduk di kelas XI. Namun, hubungan itu disebut baru menjadi perhatian lebih serius ketika Bunga memasuki kelas XII.
“Tante, kita baru tahu itu kelas 12 awal. Mereka itu pernah dipanggil, pak guru sudah dipanggil, kita dengar-dengar mau dikasi pindah tugas tapi masih mengajar sampai sekarang,” ujar salah seorang siswi dalam rekaman, Senin (14/9/2026).
Para siswi mengaku memilih berbicara kepada orangtua Bunga karena sebelumnya telah beberapa kali mengingatkan Bunga. Mereka juga menyebut adanya dugaan tekanan dari Aris yang membuat Bunga takut berbicara.
Tak hanya itu, menurut pengakuan siswi dalam rekaman, istri Aris disebut pernah menghubungi Bunga melalui pesan. Bahkan mendatanginya di sekolah untuk memberikan peringatan.
Dugaan kedekatan itu juga disebut dari perlakuan khusus di lingkungan sekolah. Salah satu siswi mengungkap Bunga mendapat banyak perhatian dari Aris ketika Bunga sedang sakit dan mendapat banyak uang jajan.
Bahkan, Bunga disebut pernah berada di bagian pojok ruang kelas saat sedang sakit. Mereka berduaan, Bunga mendapat penanganan dari Aris. Padahal, di sekolah tersedia ruang UKS.
Tidak sampai di situ. Nama siswi berinisial LL, rekan Bunga, juga ikut terseret dalam cerita tersebut. LL disebut kerap mendampingi Bunga dan mengetahui banyak hal mengenai kedekatan mereka.
“Yang tahu jelas itu LL. Karena LL ini pernah dipanggil juga di BK. Tapi LL ini dia mengaku hanya jagai (Bunga) saja,” ujar siswi tersebut.
Cerita lainnya bahkan menyebut Bunga pernah bermalam di sekolah pada malam 17 Agustus. Kepada orangtuanya, Bunga disebut mengatakan ada kegiatan perenungan di sekolah. Namun, menurut keterangan para siswi dalam rekaman, kegiatan tersebut tidak seperti yang disampaikan kepada keluarga.
“Malam 17 Agustus itu yang bermalam di sekolah hanya yang dekor saja. Kita juga kaget kalau Bunga bermalam di sekolah sama Pak Aris. Dia bermalam di ruang Wakasek, mereka atur kursi,” katanya.
Orangtua Bunga mengaku terkejut setelah mengetahui informasi tersebut. Persoalan semakin pelik ketika orangtua Bunga mengaku sering melihat anaknya memiliki uang dalam jumlah besar. Orangtuanya sudah curiga.
“Pantas banyak uangnya. Waktu sa tanya, katanya gajinya karena ada dia kerja di sekolah begitu,” kata ibu Bunga sambil menangis.
Dalam rekaman itu juga muncul cerita mengenai adanya bekas kemerahan di leher Bunga. Namun, keterangan mengenai penyebabnya disebut dialihkan kepada LL.
“Intinya tante, LL ini selalu dijadikan alasan. Ini LL dia sudah cerita ke kita semua, dia sudah stres hadapi Bunga,” ujar siswi lainnya.
Kini, Aris yang menjabat Wakasek Sarana dan Prasarana SMAN 2 Kendari masih mengajar. Sementara Bunga dikabarkan telah dipindahkan oleh orangtuanya karena keluarga tidak sanggup menghadapi banyaknya cerita yang beredar.
Kisahan.id telah meminta klarifikasi kepada Wakasek Aris. Namun, hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan keterangan resmi. Sama halnya, Kepala SMAN 2 Kendari, Nur Aida. Ia juga telah dikonfirmasi terkait dugaan tersebut. Namun, belum memberikan tanggapan.
Redaksi



















Komentar