KENDARI, KISAHAN.ID – Polisi masih mendalami motif pembunuhan yang dilakukan oleh pria berinisial N (24) terhadap ASN Dinkes Muna berinisial AKB. Hingga Minggu (12/1/2025), pukul 01.40 Wita, dini hari, keterangan pelaku masih berubah-ubah saat diinterogasi.
N diringkus gara-gara melakukan pembunuhan di kamar salah satu penginapan yang ada di Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Jumat (10/1/2025), sore.
Usai beraksi, pelaku kabur dan meninggalkan Kota Kendari. Namun, tidak cukup 1×24 jam dilakukan pengejaran, N berhasil ditangkap di sebuah indekos yang ada di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), Sabtu (11/1), sekitar pukul 13.51 Wita, siang.
Penangkapan dilakukan oleh personel Buser 77 Satreskrim, Sat Intelkam Polresta Kendari, dan Tim Jatanras Resmob Ditreskrimum Polda Sultra.
Usai ditangkap, pelaku dibawa di Lorong Kusuma, Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu untuk mengambil sajam jenis kerambit yang digunakan untuk menghabisi nyawa AKB. Kerambit tersebut ditemukan di dalam selokan.
“Di dalam selokan sa buang, sarungnya saya tinggalkan di hotel,” ucap pelaku N.
Selanjutnya, pelaku dibawa di sebuah kali yang ada di Kelurahan Padaleu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari. Di sana, polisi menyisiri kali dan berhasil menemukan dompet milik korban yang telah dibuang oleh pelaku.
“Di bagian sana sa buang, sa tidak bohong,” kata pelaku N sembari menunjuk kali tempat membuang dompet korban.
Setelah barang bukti tersebut ditemukan, N digelandang ke Mako Polresta Kendari guna menjalani pemeriksaan dan interogasi lebih lanjut. Dengan tangan terborgol, N hanya bisa pasrah saat melangkahkan kaki menuju ruang penyidik.
Saat proses interogasi berlangsung, keterangan N berubah-ubah. Banyak kejanggalan yang dilontarkan saat menjawab setiap pertanyaan polisi. Hingga saat ini, polisi belum bisa menyimpulkan secara detail motif pembunuhan yang dilakukan kepada korban AKB. Mereka masih berupaya melakukan pengembangan dalam kasus yang merenggut nyawa ASN asal Dinkes Muna itu.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Nirwan Fakaubun, menyebut bahwa korban AKB mengalami sejumlah luka di badannya. Diduga AKB adalah korban kekerasan (pembunuhan).
“Ada luka tusuk bekas senjata tajam di dagu, di tangannya. Diduga mengalami kekerasan,” tuturnya.
Redaksi



Komentar