Pemerintah

Kalla Beton Hadir untuk Petani, Irigasi Wawotobi Tahap 2 Siap Dibangun di Konawe

Pembahasan pembangunan Kabupaten Konawe melalui Pekerjaan Rehabilitasi Irigasi Wawotobi Tahap 2. Dok. Istimewa.

KONAWE, KISAHAN.ID – PT Bumi Sarana Beton yang dikenal dengan merek Kalla Beton menjalin kerja sama dengan PT SAC Nusantara (SACNA) untuk mendukung pembangunan Kabupaten Konawe melalui Pekerjaan Rehabilitasi Irigasi Wawotobi Tahap 2.

Proyek ini diharapkan dapat membantu masyarakat di sektor pertanian agar hasil panen petani berjalan lancar, sehingga kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi.

“Proyek ini bukan proyek komersial atau pribadi, melainkan untuk mewujudkan swasembada pangan sebagaimana nawacita Presiden yang dijalankan di setiap daerah,” ungkap Anwar, Project Leader Kalla Beton, Minggu (17/8/2025).

Kalla Beton merupakan bagian dari Kalla Group, sebuah perusahaan holding yang telah berkiprah lebih dari 30 tahun dalam berbagai pembangunan berskala nasional hingga daerah.

Dalam menjalankan proyeknya, Kalla Beton selalu mengutamakan masyarakat setempat serta menaati aturan perizinan yang berlaku. Di Konawe, Kalla Beton telah memenuhi seluruh perizinan sesuai sistem Online Single Submission (OSS) dan berkoordinasi dengan seluruh dinas terkait di lingkup Pemerintah Kabupaten Konawe.

Tinjauan di lapangan irigasi di Konawe. Dok. Istimewa.

Hal tersebut dibuktikan dengan adanya observasi dan peninjauan lapangan oleh dinas-dinas terkait, serta pelaksanaan Forum Penataan Ruang (FPR) yang dihadiri hampir seluruh instansi sebelum perizinan diterbitkan.

“Kami dalam setiap proyek selalu bersilaturahmi dengan warga sekitar dan menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah,” bebernya.

Saat ini, pihaknya sudah mendapatkan persetujuan warga, dukungan petani, serta pemerintah setempat. Mereka juga telah mengantongi PKKPR, SPPL, sertifikat standar, dan lain-lain.

“Jadi, bila ada oknum yang mengatakan proyek ini ilegal tanpa dasar, maka akan kami laporkan sebagai dugaan pencemaran nama baik, karena mereka tidak pernah mengonfirmasi kepada kami, tetapi langsung menyebarkan hoaks,” tegas Ibnu Zuhud, Legal Corporate Kalla Beton.

Kalla Beton di Kabupaten Konawe hanya bersifat sementara, sekitar satu tahun, khusus untuk mendukung pembangunan irigasi bagi petani. Selama lebih dari 30 tahun beroperasi di berbagai daerah, Kalla Beton memastikan tidak ada kerusakan lingkungan karena bahan baku beton tidak menghasilkan limbah B3, melainkan hanya menggunakan material alam seperti batu, pasir, dan semen.

“Selama ini kami selalu mengurus perizinan sesuai OSS. Kami memiliki SPPL sebagai persetujuan komitmen lingkungan dan itu berbasis sistem. SPPL ini bukan hanya di Konawe, tetapi hampir di semua proyek. Kami bukan tambang yang menggunakan amdal. Silakan baca undang-undangnya. Saya juga heran jika ada pihak yang merasa lebih tahu dari konsultan. Apalagi kami hanya satu tahun di Konawe,” lanjut Ibnu.

Kalla Beton juga menyerap tenaga kerja lokal, dan seluruh pekerja ikut berkontribusi menggerakkan ekonomi dengan membeli kebutuhan dari pedagang sekitar.

Terkait debu dan lalu lintas, pihak Kalla Beton menyampaikan bahwa telah memasang pagar keliling, rambu-rambu lalu lintas, serta menempatkan tim penjaga. Mereka juga berinisiatif berkoordinasi dengan Satuan Lalu Lintas Polri untuk melakukan pemantauan. Selain itu, setiap beberapa jam disediakan truk tangki untuk menyiram jalan agar debu tidak mengganggu masyarakat.

“Kalau ada yang mengatakan kami membahayakan lalu lintas, itu keliru. Kami berada di depan jalan nasional, memasang rambu-rambu lalu lintas untuk keamanan, serta menugaskan tim agar arus lalu lintas tetap lancar. Bahkan setiap hari kami menyiram jalan agar tidak berdebu. Itu sudah menjadi standar kami sejak lama sebagai perusahaan yang taat aturan,” jelas Ibnu.

Kalla Beton memastikan akan terus berupaya memberikan yang terbaik untuk mendukung pembangunan Kabupaten Konawe.

Penulis: Muh Jodi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *