KISAHAN.ID – Pemerintah Kota Kendari mulai memperkuat pengendalian harga pangan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di pelataran Balai Kota Kendari, Rabu (20/5/2026). Program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang hari besar keagamaan.
Sejak pagi, ratusan warga memadati area Gerakan Pangan Murah untuk membeli berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, bawang merah hingga sayuran dengan harga lebih rendah dibanding harga pasar. Antusiasme masyarakat semakin terasa saat Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran bersama jajaran Forkopimda turun langsung meninjau lapak pedagang dan ikut berbelanja bersama warga.
Di sela kegiatan, Siska memastikan kondisi pangan di Kota Kendari hingga saat ini masih dalam kondisi aman dan terkendali. Berdasarkan data inflasi terbaru, Kota Kendari berada di angka 2,83 persen dan dinilai masih relatif stabil.
“Alhamdulillah kondisi pangan kita masih aman. Inflasi juga masih dalam batas normal dan daya beli masyarakat tetap kita jaga,” ujar Siska.
Ia menjelaskan, pemerintah tetap berhati-hati dalam mengendalikan harga agar tidak menimbulkan deflasi yang justru berdampak pada turunnya nilai jual hasil pertanian dan melemahnya pendapatan pelaku usaha maupun petani lokal.
Meski masih bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah, Pemerintah Kota Kendari terus memperkuat sektor pertanian lokal. Salah satunya terlihat dari produktivitas petani di kawasan Amohalo, Kecamatan Baruga, yang tetap mampu panen hingga 5,5 ton per hektare meski sebelumnya terdampak banjir.
Pemerintah bersama Forkopimda juga terus memantau perkembangan harga bahan pokok di pasar menjelang Idul Adha. Sejumlah komoditas seperti bawang merah, telur, wortel dan minyak goreng memang mengalami kenaikan, namun dinilai masih dalam batas wajar.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf mengatakan Gerakan Pangan Murah menjadi strategi pemerintah menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Untuk menjaga stabilitas harga, sampai hari ini Gerakan Pangan Murah mobile sudah kami lakukan kurang lebih 70 kali,” jelas Abdul Rauf.
Gerakan Pangan Murah dijadwalkan berlangsung hingga 24 Mei 2026 dan berpotensi diperpanjang menyesuaikan kebutuhan masyarakat.
Redaksi: Muammar Said Fadholi



Komentar