KENDARI, KISAHAN.ID – Siswi salah satu SDN di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) bernama Bunga (samaran) umur 14 tahun diduga menjadi korban pelecehan. Ayah Bunga berinisial S menempuh jalur hukum dan membeberkan sejumlah fakta mengejutkan.
S menerangkan, dugaan pelecehan terungkap saat Bunga mengadu ke keluarganya bahwa ia tidak ingin lagi pergi di sekolah. Alasannya, Bunga risih dan trauma dengan tindakan guru berinisial M.
“Anak saya mulai aneh, perlakuannya sering diam. Kemarin sudah tidak mau pergi sekolah karena trauma,” ujarnya, Kamis (9/1/2025).
Setelah ditelusuri lebih jauh, Bunga ternyata mendapat perlakuan yang tidak wajar dari M. Ia sering diberikan uang di sekolah, sering dipegang-pegang, bahkan dipeluk oleh guru tersebut.
Mendapat informasi tersebut, S dan keluarganya mendatangi sekolah Bunga untuk meminta klarifikasi terkait hal tersebut. Saat pertemuan berlangsung di salah satu ruangan, orangtua Bunga tidak kuasa menahan tangis.
Bahkan, ayah dan paman Bunga melampiaskan kemarahan kepada M dengan cara melakukan pengejaran dan mengeroyok guru tersebut. Untungnya, ada beberapa warga yang ada di lokasi dan berusaha menghalau mereka.
Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, guru tersebut dan orangtua Bunga mendatangi Polresta Kendari, lalu mengadukan dugaan kasus pelecehan seksual.
Belum diketahui pasti hail pemeriksaan polisi terkait kasus tersebut. Namun, kedua belah pihak sedang diinterogasi dan dimintai keterangan lebih lanjut oleh penyidik PPA Satreskrim Polresta Kendari.
“Sebentar saya cek,” kata Kasi Humas Polresta Kendari, Iptu Haridin.
Redaksi















Komentar