Hukrim

Dituduh Curi Tempelan Narkoba, 4 Pria Culik dan Hajar 2 Remaja di Hutan Warangga Muna

Empat orang pria yang diduga menculi dan menghajar dua anak di bawah umur di Hutan Warangga Muna. Dok: Istimewa.

KISAHAN.ID – Dua anak di bawah umur bernama Farel (16) dan Ashar (16) diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh empat pria di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (21/7/2026). Empat terduga pelaku yang disebut pihak keluarga korban masing-masing adalah Muhammad Mubarak, Bayu, Keken, dan Kamal.

Kakak Farel, Alfan (24), mengatakan adiknya bersama Ashar dijemput dari salah satu rumah di Jalan Kontu Kowuna, Kelurahan Foo Kuuni, Kecamatan Katobu, lalu dibawa menggunakan mobil menuju kawasan Hutan Warangga.

Menurut Alfan, kedua remaja itu dituduh mengambil sabu-sabu milik Keken yang sebelumnya diduga ditempel di lokasi tempat mereka biasa berkumpul.

“Infonya, ada sabu-sabu yang ditempel oleh orang suruhan Keken di lokasi tempat mainnya adeku. Ternyata sabu-sabu itu hilang, adeku dengan temannya ini yang dituduh,” ujar Alfan kepada Kisahan.id, Jumat (24/7/2026).

Alfan menegaskan Farel dan Ashar tidak mengetahui keberadaan sabu-sabu tersebut. Namun, karena tidak mengakui tuduhan itu, keduanya diculik oleh empat terduga pelaku lalu dibawa ke Hutan Warangga menggunakan mobil.

Ia mengaku para terduga pelaku menggunakan berbagai cara untuk menganiaya korban, mulai dari pisau, balok kayu, tangan kosong hingga mencambuk menggunakan daun enau. Akibatnya, Farel mengalami luka tusuk di bagian kepala dan kaki serta sejumlah luka di tubuhnya. Sementara Ashar juga mengalami sakit-sakit di badan akibat penganiayaan.

“Farel ditikam di kepala dan kaki, badannya luka-luka. Ashar juga babak belur tapi lebih parah adeku,” katanya.

Setelah kejadian, kedua korban diantar kembali ke Foo Kuuni. Alfan menyebut, Muhammad Mubarak kemudian membawa Farel ke Denpom XIV/3 Subdenpom Persiapan Raha dengan alasan mengamankan korban dari pengeroyokan.

“Dia bawa adeku di Denpom, baru buat alasan seolah-olah dia hanya mengamankan pengeroyokan padahal dia yang memukul,” ujarnya.

Karena korban mengalami luka dan kesakitan, ia selanjutnya dilarikan ke RSUD dr. LM Baharuddin Muna untuk mendapatkan perawatan medis.

Alfan juga merinci dugaan peran masing-masing terduga pelaku usai menculik lalu melakukan penganiayaan.

“Jadi, itu Mubarak dia tikam adeku pakai pisau. Bayu pukul pakai balok kayu, Kamal pukul pakai tangan, dan Keken mencambuk pakai daun enau,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, media ini belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak-pihak terduga pelaku.

Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *