Pemkot Kendari Pemerintah

Dilepas Sekda Amir Hasan: Kota Kendari Jadi Daerah Pertama di Indonesia Gelar Retret Pejabat

Sekda Kendari, Amir Hasan, saat memimpin puluhan peserta retrer lingkup Pemkot Kendari di Kebun Raya. Dok. Kisahan.id

KENDARI, KISAHAN.ID – Halaman Kantor Wali Kota Kendari tampak berbeda pada Jumat pagi (1/8/2025). Bukan karena deretan kendaraan dinas atau rapat yang mewarnai suasana, melainkan barisan rapi para pejabat Pemkot Kendari yang berseragam lengkap, siap menuju Kebun Raya Kendari untuk sebuah kegiatan yang tak biasa, retret.

Kota Kendari resmi mencatat sejarah sebagai daerah pertama di Indonesia yang menyelenggarakan retret bagi jajaran pemerintahannya. Digagas langsung oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, kegiatan ini diikuti 64 pejabat, dari kepala dinas hingga camat, yang akan “menepi” selama tiga hari, 1–3 Agustus, untuk berkontemplasi, membangun kekompakan, dan menyelaraskan kembali semangat pelayanan publik.

Dengan perlengkapan sederhana berupa tongkat, tas, dan keperluan pribadi, mereka dilepas oleh Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, tepat pukul 09.00 Wita. Wali Kota Siska semula dijadwalkan hadir, namun karena agenda mendadak, tugas simbolis itu dipercayakan kepada Amir.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Retret ini adalah momen untuk menata ulang semangat, integritas, dan kekompakan pamong praja Kendari dalam melayani masyarakat,” kata Amir Hasan dalam sambutannya.

Para peserta dibagi dalam tiga pleton dan diangkut dengan kendaraan berbeda. Setibanya di pertigaan menuju Kebun Raya, mereka melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh 500 meter, diiringi semangat marching band dan pengamanan aparat. Di bawah rimbunan pepohonan dan aroma tanah yang masih lembap oleh embun pagi, suasana terasa jauh dari nuansa formal pemerintahan, lebih mirip sebuah perjalanan batin.

Setibanya di lokasi, peserta beristirahat sejenak, menunggu acara pembukaan resmi yang dijadwalkan pada pukul 14.00 Wita oleh Kepala BPSDM Kementerian Dalam Negeri RI, Sugeng Hariyono. Di lokasi ini, selama tiga hari ke depan, mereka akan tinggal dan mengikuti agenda intensif yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyentuh sisi emosional dan spiritual kepemimpinan.

Wali Kota Siska Karina Imran mengungkapkan bahwa gagasan ini terinspirasi dari pengalamannya mengikuti retret di Magelang bersama Wakil Wali Kota Sudirman, usai pelantikan pada Februari 2025 lalu.

“Waktu itu kami benar-benar merasakan dampaknya. Retret membuat kami lebih tenang, lebih fokus, dan semakin sadar akan peran kami sebagai pelayan rakyat. Itu yang saya ingin para pejabat Kendari rasakan juga,” tuturnya.

Retret ini, menurutnya, adalah bentuk nyata dari reformasi birokrasi yang tak melulu soal aturan atau evaluasi kinerja.

“Kadang, yang kita butuhkan hanya ruang untuk saling mendengarkan, membangun rasa, dan menyatukan tekad. Dari sana, kebijakan yang berpihak kepada rakyat bisa lahir lebih jernih,” ujar Siska.

Retret di Kebun Raya Kendari tak hanya jadi simbol inovasi birokrasi, tetapi juga mengirim pesan kuat: bahwa perubahan bisa dimulai dari kesederhanaan, kebersamaan, dan ketulusan untuk melayani. Kota Kendari kini bukan sekadar membangun infrastruktur, tapi juga membangun manusia di balik sistem pemerintahannya.

Penulis: Khairul

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *