KISAHAN.ID – Mencegah kenakalan remaja tidak selalu harus dimulai dari penindakan. Pesan itu yang coba dibangun Polresta Kendari melalui program Polresta Kendari Masuk Sekolah. Dengan pendekatan humanis, polisi mengajak pelajar agar bersama-sama menjaga keamanan di Kota Kendari.
Program tersebut menyambangi SMKN 2 Kendari, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Senin (24/8/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi bagian dari instruksi Kapolresta Kendari, Kombes Pol Edwin L Sengka sebagai langkah preventif untuk mencegah tawuran antar-pelajar dan berbagai bentuk kenakalan remaja.
Suasana sekolah pun terasa berbeda. Polisi tidak datang hanya untuk berbicara tentang aturan, tetapi hadir di tengah-tengah para siswa sebagai mitra yang mengajak mereka menjaga masa depan bersama.
Kegiatan dipimpin Kasat Reskrim Polresta Kendari Kompol Welliwanto Malau, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup). Upacara bendera diikuti para guru, staf sekolah, dan seluruh siswa SMKN 2 Kendari.
Di hadapan para pelajar, Welliwanto menyampaikan pentingnya menjaga diri dan tidak mudah terbawa ajakan atau provokasi yang dapat berujung pada tawuran. Menurutnya, masa sekolah seharusnya digunakan untuk belajar, mengembangkan kemampuan, meraih prestasi, dan membangun pergaulan yang sehat.
“Adik-adik pelajar harus mampu menjaga diri, tidak mudah terprovokasi dan jangan ikut tawuran. Gunakan masa sekolah untuk belajar, berprestasi, serta melakukan kegiatan-kegiatan positif,” pesan Welliwanto.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah tantangan pergaulan remaja yang semakin beragam. Tawuran bukan hanya dapat menyebabkan korban luka, tetapi juga berpotensi menyeret pelajar ke persoalan hukum dan mengganggu proses pendidikan.
Karena itu, menciptakan sekolah yang aman membutuhkan kerja bersama. Polisi, guru, orang tua, pelajar, dan masyarakat memiliki peran masing-masing untuk memastikan lingkungan pendidikan tetap menjadi tempat yang nyaman bagi anak-anak menimba ilmu.
Melalui program Polresta Kendari Masuk Sekolah, kepolisian berupaya membangun pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda. Polisi tidak hanya hadir ketika masalah telah terjadi, tetapi juga turun lebih awal untuk memberikan edukasi dan menguatkan kesadaran pelajar.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama jajaran pengajar dan seluruh peserta upacara. Momen tersebut memperlihatkan kebersamaan antara polisi dan pihak sekolah dalam satu tujuan, menjaga para pelajar agar tetap aman, fokus belajar, dan tidak terjerumus dalam tindakan yang dapat merusak masa depan.
Program ini diharapkan terus berlanjut di sekolah-sekolah lainnya di Kota Kendari. Sebab, menjaga keamanan bukan hanya tugas polisi, melainkan tanggung jawab bersama. Dari sekolah yang aman dan lingkungan pergaulan yang positif, diharapkan lahir generasi muda Kendari yang berprestasi, berkarakter, dan mampu membawa nama baik daerah.
Penulis: Herlis Ode Mainuru



















Komentar