KISAHAN.ID– Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) memperkuat pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) melalui inspeksi mendadak (sidak) yang dipimpin langsung Bupati Konkep, Rifqi Saifullah Razak, di SPBU Langara, Rabu (22/4/2026).
Sidak tersebut turut melibatkan anggota DPRD serta Kepala Bagian Ekonomi Setda Konkep. Langkah ini diambil sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait antrean panjang dan dugaan kelangkaan BBM yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam peninjauan, Bupati Rifqi mengecek kondisi antrean kendaraan, ketersediaan stok BBM, serta sistem pelayanan di SPBU. Ia juga berdialog langsung dengan petugas dan warga yang sedang mengantre untuk memastikan kondisi riil di lapangan.
Rifqi menegaskan, kehadiran pemerintah merupakan bentuk komitmen dalam menjamin distribusi BBM berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran. Ia mengingatkan agar tidak ada praktik penyelewengan, seperti penimbunan atau penyalahgunaan distribusi yang dapat merugikan masyarakat.
“Kita ingin memastikan BBM benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Jangan sampai ada penyimpangan yang justru menyulitkan rakyat. Pemerintah daerah akan terus melakukan pengawasan secara ketat,” tegasnya.
Menurutnya, pengawasan distribusi BBM akan terus ditingkatkan melalui koordinasi lintas sektor, termasuk dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait. Upaya ini penting untuk menjaga stabilitas pasokan, khususnya di wilayah kepulauan yang rentan terhadap gangguan distribusi.
Sementara itu, pengelola SPBU Langara memastikan stok BBM dalam kondisi aman dan mencukupi. Pihaknya juga berkomitmen meningkatkan pelayanan, termasuk mempercepat proses pengisian untuk mengurangi antrean kendaraan.
Selain itu, pengelola menegaskan akan menjalankan distribusi sesuai ketentuan yang berlaku serta mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan sistem yang transparan dan akuntabel.
Melalui sidak ini, Pemkab Konkep berharap pelayanan BBM semakin optimal, merata, dan tepat sasaran. Kelancaran distribusi diharapkan mampu menopang aktivitas ekonomi masyarakat di Pulau Wawonii, khususnya bagi nelayan, petani, dan pelaku usaha kecil.
Dengan pengawasan yang diperketat, pemerintah daerah menargetkan tidak ada lagi kelangkaan maupun praktik penyelewengan BBM, sehingga kebutuhan energi masyarakat tetap terjamin dan pembangunan daerah dapat berjalan berkelanjutan.
Redaksi
![]()














Komentar