KISAHAN.ID – Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif terus dilakukan Polresta Kendari. Salah satunya melalui kegiatan Polresta Masuk Sekolah yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga membangun kedekatan dengan para pelajar.
Senin (24/8/2026) pagi, Kabag SDM Polresta Kendari, Kompol Masriani, hadir sebagai Inspektur Upacara (Irup) di SMAN 6 Kendari, Jalan Banda, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari.
Kehadiran polisi di tengah-tengah pelajar tersebut menjadi bagian dari upaya menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya dalam mencegah terjadinya aksi tawuran antar-pelajar.
Dalam kesempatan tersebut, Kompol Masriani mengajak para siswa dan siswi untuk menjaga lingkungan sekolah sebagai ruang yang aman untuk belajar, bertumbuh, dan meraih cita-cita. Para pelajar juga diingatkan agar tidak mudah terprovokasi atau terlibat dalam tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Kami mengajak seluruh pelajar untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Sekolah harus menjadi tempat yang nyaman untuk belajar, bukan tempat untuk melakukan tindakan yang dapat merugikan masa depan,” ujar Kompol Masriani.
Pesan tersebut disampaikan dengan pendekatan yang dekat dengan dunia pelajar. Polisi tidak hanya hadir untuk memberikan peringatan, tetapi juga membuka ruang komunikasi agar siswa merasa memiliki tempat untuk menyampaikan persoalan maupun kekhawatiran yang mereka hadapi.
Bagi Polresta Kendari, keterlibatan polisi di lingkungan sekolah merupakan langkah preventif untuk membangun kesadaran sejak dini. Edukasi tentang pentingnya menjaga pergaulan, menghindari kekerasan, serta menyelesaikan persoalan secara bijak diharapkan dapat membantu mencegah munculnya konflik antar-pelajar.
Suasana upacara berlangsung tertib dan kondusif. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai sekitar pukul 08.00 Wita, kegiatan berjalan aman tanpa adanya gangguan.
Melalui kegiatan tersebut, Polresta Kendari menunjukkan bahwa menjaga keamanan bukan hanya tugas polisi. Para guru, orang tua, dan pelajar memiliki peran yang sama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman.
Dengan komunikasi yang terus dibangun, kehadiran polisi di sekolah diharapkan tidak sekadar menjadi simbol pengamanan, tetapi menjadi jembatan untuk menumbuhkan kesadaran, kedisiplinan, dan rasa saling menghargai di kalangan generasi muda.
Penulis: Herlis Ode Mainuru



















Komentar