Pendidikan

Jejak Inspiratif Guru Besar Sudarsono, Nahkodai Baru Fakultas Teknik UHO Kendari Periode 2026-2030

Prof. Dr. Eng. Ir. Sudarsono, S.T., M.Eng., akademisi Universitas Halu Oleo (UHO) yang kini dipercaya memimpin Dekan Fakultas Teknik UHO. Dok: Istimewa.

KISAHAN.ID – Di balik kemajuan sebuah institusi pendidikan, selalu ada sosok yang bekerja dalam senyap. Bukan mencari sorotan, melainkan menanam gagasan, membangun karakter, dan menghadirkan perubahan melalui pengetahuan. Itulah jejak yang selama ini ditempuh Prof. Dr. Eng. Ir. Sudarsono, S.T., M.Eng., akademisi Universitas Halu Oleo (UHO) yang kini dipercaya memimpin Fakultas Teknik UHO sebagai Dekan periode 2026–2030.

Lahir di Buton pada 21 April 1977, perjalanan hidup Prof. Sudarsono menjadi bukti bahwa mimpi besar dapat tumbuh dari ketekunan yang dijaga bertahun-tahun. Setelah menyelesaikan pendidikan Teknik Mesin di Universitas Hasanuddin. Ia melanjutkan studi magister di Universitas Gadjah Mada sebelum akhirnya meraih gelar Doctor of Engineering di Ehime University, Jepang.

Fokus penelitian pada material Carbon Fiber Reinforced Plastics (CFRP), salah satu teknologi material maju yang banyak dimanfaatkan di dunia industri. Namun, baginya, gelar akademik bukanlah garis akhir. Ilmu harus hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Perguruan tinggi tidak boleh hanya melahirkan lulusan, tetapi juga menghadirkan solusi. Ilmu pengetahuan harus mampu menjawab persoalan masyarakat, mendukung industri, dan menjadi bagian dari pembangunan daerah,” ujar Prof. Sudarsono, Kamis (30/7/2026).

Prinsip itulah yang terus dipegang selama mengabdi di Universitas Halu Oleo. Berbagai amanah pernah diembannya, mulai dari kepala laboratorium, wakil dekan, direktur Program Pendidikan Vokasi, kepala pusat studi, hingga akhirnya dipercaya memimpin Fakultas Teknik. Pengalaman panjang tersebut membentuk kepemimpinannya yang berpijak pada kolaborasi, inovasi, dan penguatan kualitas sumber daya manusia.

Dedikasinya juga diakui negara melalui penghargaan Satyalancana Karya Satya X Tahun yang diterimanya pada 2017. Sementara produktivitas risetnya yang dipublikasikan di jurnal nasional dan internasional menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang berdampak.

Kini, sebagai dekan, Prof. Sudarsono membawa visi “Fakultas Teknik Berdampak: Unggul dalam Rekayasa Teknologi, Berkarakter Global untuk Indonesia Emas.” Visi tersebut diwujudkan melalui penguatan laboratorium riset, internasionalisasi program studi, kolaborasi dengan industri dan pemerintah, serta perluasan jejaring global.

“Saya ingin Fakultas Teknik UHO melahirkan insinyur yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap bangsa. Mereka harus mampu menciptakan inovasi yang memperkuat kedaulatan maritim, ketahanan energi, hilirisasi teknologi, hingga pembangunan wilayah pesisir dan perdesaan,” ungkapnya.

Di tengah derasnya perkembangan teknologi, Prof. Sudarsono percaya bahwa kampus tetap memiliki peran penting sebagai ruang lahirnya berbagai gagasan-gagasan besar. Bagi dirinya, keberhasilan sebuah fakultas tidak semata diukur dari jumlah lulusan, melainkan dari seberapa besar manfaat ilmu yang dihasilkan bagi kehidupan masyarakat.

“Dari ruang-ruang kelas dan laboratorium itulah, saya berharap lahir generasi insinyur yang mampu membawa Sulawesi Tenggara dan Indonesia melangkah lebih maju menuju masa depan,” pungkasnya.

Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *