KISAHAN.ID – Di tengah ramainya informasi dugaan perundungan terhadap seorang siswa SD Negeri 1 Nario Indah, ada satu hal yang menjadi perhatian utama, jangan sampai persoalan orang dewasa meninggalkan luka berkepanjangan bagi anak.
Pesan itu terlihat saat Kapolres Konawe, AKBP Edi Raharjono, S.I.K., M.Si. bersama jajaran PJU Polres Konawe turun langsung menemui pihak sekolah dan keluarga siswa di Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Senin (31/8/2026).
Pertemuan yang digelar sekitar pukul 09.40 Wita tersebut menjadi ruang klarifikasi bagi pihak sekolah, orang tua siswa, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, pemerintah desa, pengawas sekolah, guru, serta unsur masyarakat.
Dari hasil klarifikasi, persoalan yang berkembang di media sosial disebut berawal dari perbedaan pemahaman dan miskomunikasi antara pihak sekolah dan orang tua siswa.
Kapolres Konawe mengatakan, kepolisian hadir untuk memastikan persoalan tidak melebar sekaligus menjaga agar kondisi psikologis anak tetap menjadi perhatian utama.
“Harapan kita, persoalan ini tidak melebar dan tidak memengaruhi perkembangan anak-anak. Jangan sampai ada kendala dalam pergaulan mereka dengan teman-temannya yang berkepanjangan,” ujar Edi.
Menurutnya, persoalan tersebut masih dapat dibicarakan secara baik dan kekeluargaan. Komunikasi serta saling memahami dinilai penting agar anak tetap memiliki ruang yang aman untuk belajar dan bermain bersama teman-temannya.
Perhatian itu kemudian dilanjutkan dengan kunjungan Kapolres bersama jajaran ke kediaman siswa di Desa Nario. Di hadapan keluarga, Kapolres memberikan dukungan moril sekaligus menyerahkan bingkisan. Kehadiran tersebut menjadi bentuk kepedulian agar anak dan keluarganya tidak merasa menghadapi persoalan ini sendirian.
Para pihak sepakat persoalan tersebut akan ditindaklanjuti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe serta diupayakan penyelesaiannya secara kekeluargaan melalui proses adat.
Bagi Polres Konawe, penyelesaian persoalan ini bukan semata tentang siapa yang benar atau salah, tetapi bagaimana memastikan anak tetap mendapatkan rasa aman, kesempatan belajar, dan lingkungan pergaulan yang sehat.
Sebab, di balik sebuah persoalan yang ramai dibicarakan, ada seorang anak yang tetap membutuhkan dukungan, perhatian, dan ruang untuk tumbuh tanpa dibebani konflik orang dewasa.
Penulis: Herlis Ode Mainuru



















Komentar