Pemkot Kendari

Tak Gentar dengan Tantangan Fiskal, Siska-Sudirman Buktikan Kerja Nyata Demi Kendari Maju

Siska Karina Imran dan Sudirman saat diwawancarai media. Dok: Kisahan.id

KISAHAN.ID – Di tengah dinamika fiskal daerah, Pemerintah Kota Kendari di bawah kepemimpinan Siska Karina Imran bersama Wakil Wali Kota Sudirman menunjukkan komitmen kuat bahwa utang bukanlah penghalang untuk terus berkarya dan membangun.

Data keuangan daerah mencatat, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Kendari pada 2024 sebesar Rp343,3 miliar. Pada 2025, PAD meningkat signifikan menjadi Rp409,5 miliar atau naik 19,28 persen. Kenaikan ini menjadi indikator optimisme bahwa tata kelola keuangan yang lebih terarah mampu memperkuat fondasi fiskal daerah sekaligus membuka ruang fiskal yang lebih luas.

Di sisi lain, beban utang yang terakumulasi sejak beberapa tahun terakhir memang tidak kecil. Pada 2021 tercatat Rp25,02 miliar, tahun 2022 Rp27,83 miliar, tahun 2023 melonjak menjadi Rp150,41 miliar, dan tahun 2024 mencapai Rp309,42 miliar. Total utang daerah pun menyentuh Rp512,71 miliar.

Namun dalam satu tahun kepemimpinan Siska–Sudirman, langkah konkret langsung dilakukan. Sebesar Rp178,5 miliar utang telah dibayarkan, sehingga sisa utang saat ini berada di angka Rp334,1 miliar. Capaian ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menyelesaikan kewajiban tanpa mengorbankan program pembangunan dan pelayanan publik.

Siska Karina Imran menegaskan, utang merupakan kewajiban yang harus dituntaskan secara bertahap dan terukur. Baginya, kondisi tersebut bukan menjadi kendala untuk berkarya, melainkan tantangan yang harus dijawab dengan kerja nyata dan inovasi.

“Ini bukan kendala, ini menjadi semangat agar saya dan Pak Wakil terus mencari potensi-potensi daerah kita sehingga apa yang menjadi beban daerah seperti utang ini, bisa kita selesaikan,” tegasnya.

Semangat itu diwujudkan melalui optimalisasi potensi pajak dan retribusi, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pembenahan manajemen keuangan daerah yang lebih transparan dan akuntabel. Pemerintah Kota Kendari juga terus mengidentifikasi sumber-sumber PAD baru agar kapasitas fiskal semakin kuat dan pembangunan tetap berjalan beriringan dengan penyelesaian kewajiban.

Dengan tren peningkatan PAD dan komitmen pelunasan utang yang konsisten, kepemimpinan Siska–Sudirman mengirim pesan jelas: tantangan fiskal bukan alasan untuk berhenti berinovasi. Justru dari tekanan itulah lahir energi baru untuk mempercepat pembangunan dan mewujudkan Kendari yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.

Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *