Pemkot Kendari

Pertemuan Hangat Dua Alumni Unhas di Kendari: Komitmen Atasi Banjir, Pulihkan Pertanian Terdampak

Pertemuan dua alumni Unhas di tengah penanganan bencana banjir di Kendari. Dok: Istimewa.

KISAHAN.ID – Suasana hangat mewarnai kunjungan kerja Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman di kawasan persawahan terdampak banjir di Desa Amohalo, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Selasa (12/5/2026). Kedatangan Amran disambut langsung oleh Wali Kota Kendari Siska Karina Imran yang sama-sama merupakan alumni Universitas Hasanuddin (Unhas).

Pertemuan dua tokoh pemerintahan lulusan Unhas itu berlangsung akrab di tengah agenda peninjauan dampak banjir yang melanda kawasan pertanian dan permukiman warga di Kota Kendari dalam beberapa hari terakhir.

Siska Karina Imran diketahui pernah menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Makassar jurusan IPA sebelum melanjutkan studi di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar. Ia meraih gelar dokter pada tahun 2014.

Sementara Andi Amran Sulaiman mengawali pendidikan ilmu pertanian di Universitas Hasanuddin pada 1988 dan meraih gelar sarjana pada 1993. Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister pada 2003 dan program pascasarjana pada 2012 di kampus yang sama.

Dalam kunjungannya ke Amohalo, Menteri Pertanian meninjau langsung kondisi lahan persawahan yang terendam banjir. Dari total sekitar 320 hektare sawah di kawasan tersebut, sekitar 50 hektare dilaporkan terdampak genangan air akibat meluapnya Kali Wanggu.

Di hadapan warga dan petani, Amran langsung mengambil langkah cepat dengan menghubungi jajaran Direktorat Jenderal Pekerjaan Umum guna mempercepat perbaikan tanggul jebol di Kali Wanggu sepanjang kurang lebih dua kilometer.

“Yang pertama adalah sumber-sumber air, ternyata ada tanggul yang jebol. Kami minta Balai Wilayah Sungai menyelesaikan dalam waktu satu minggu. Ini segera dikerjakan,” kata Amran.

Tak hanya fokus pada penanganan infrastruktur, Kementerian Pertanian juga menyiapkan bantuan benih padi gratis untuk lahan seluas 2.000 hektare di Sulawesi Tenggara yang terdampak banjir di tiga kabupaten dan kota.

Selain itu, pemerintah pusat turut menyalurkan bantuan alat mesin pertanian berupa 20 unit hand traktor dan lima unit combine harvester untuk mempercepat proses tanam dan panen petani.

“Panen segera, jangan biarkan rakyat menunggu terlalu lama,” ujar Amran.

Ia juga meminta Bulog menyiapkan fasilitas dryer atau pengering gabah agar hasil panen petani tetap dapat diselamatkan meski terdampak banjir.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah pusat turut menyalurkan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak berupa 30 ton beras dan 1.500 liter minyak goreng sebagai bagian dari respons cepat penanganan bencana.

“Kami turun membawa solusi, bukan membawa narasi,” tegasnya.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat Kota Kendari yang terdampak banjir.

“Kehadiran Menteri Pertanian menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah dalam membantu warga dan petani bangkit pascabencana,” pungkasnya.

Redaksi: Muammar Said Fadholi

Facebook Comments Box

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *