KISAHAN.ID – Hujan deras yang mengguyur Kota Kendari dalam beberapa hari terakhir meninggalkan duka bagi ribuan warga. Banjir yang merendam permukiman di berbagai wilayah membuat banyak keluarga harus bertahan di tengah genangan air, menyelamatkan barang seadanya, hingga kehilangan kenyamanan di rumah mereka sendiri.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari mencatat sebanyak 797 rumah terdampak banjir hingga Senin (11/5/2026). Dari jumlah itu, sebanyak 3.517 jiwa ikut merasakan dampak bencana yang meluas di tujuh kecamatan di Kota Kendari.
Data rekapitulasi BPBD Kota Kendari menunjukkan banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga memukul aktivitas masyarakat sehari-hari. Anak-anak terpaksa bertahan di rumah yang tergenang, sementara sebagian warga harus berjibaku menyelamatkan perabot rumah tangga agar tidak hanyut terbawa arus.
Kepala BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, dalam laporan yang ditandatangani Senin (11/5), menyebut sejumlah wilayah mengalami dampak cukup parah akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur sejak beberapa hari terakhir.
Di Kecamatan Kambu, Jalan Mangkerey menjadi salah satu titik dengan jumlah terdampak terbesar. Sebanyak 100 rumah terendam dengan 900 jiwa terdampak banjir. Sementara di Lorong Hidayatullah, tercatat 76 rumah dan 300 jiwa ikut terdampak.
Kesedihan serupa juga dirasakan warga di Kecamatan Poasia. Di Kelurahan Andonohu, tepatnya Jalan Kedondong RT 24 RW 08, sebanyak 85 rumah terendam dengan 225 jiwa terdampak.
Di Kecamatan Baruga, genangan banjir meluas di Kelurahan Lepo-Lepo. BPBD mencatat 69 rumah di RT 03 terdampak dengan 224 jiwa, sedangkan di RT 14 sebanyak 34 rumah terdampak dengan 176 jiwa.
Tak hanya permukiman, sekitar 50 hektare sawah milik warga juga ikut terdampak banjir. Lumpur dan genangan air membuat sebagian petani terancam mengalami gagal panen.
Hingga kini, Pemerintah Kota Kendari bersama BPBD dan tim gabungan masih terus melakukan pendataan serta penanganan di lokasi terdampak. Di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih, banyak warga hanya berharap air segera surut agar mereka bisa kembali menjalani kehidupan seperti biasa.
Redaksi: Muammar Said Fadholi














Komentar