KISAHAN.ID – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kendari memberikan pendampingan kepada seorang siswi sekolah dasar berinisial AKS (12) yang diduga menjadi korban pencabulan oleh oknum TNI di wilayah Kodim 1417/Kendari, Sertu Majid Bone.
Kepala DP3A Kota Kendari, Fitriani Sinapoy, mengatakan pendampingan dilakukan setelah korban bersama keluarganya meminta bantuan untuk pemulihan kondisi psikologis anak. Saat ini, korban diketahui merupakan pelajar SD di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), namun tinggal bersama neneknya di Kota Kendari.
Fitriani menjelaskan, pihaknya telah menurunkan tenaga ahli psikolog untuk memberikan pendampingan psiko-sosial guna membantu pemulihan mental korban. Pendampingan dilakukan secara bertahap dengan pendekatan yang menyesuaikan kondisi psikologis anak.
“Kami memberikan pendampingan psiko-sosial melalui tenaga psikolog untuk membantu proses pemulihan mental korban,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Ia mengungkapkan, kondisi korban saat ini masih diliputi rasa ketakutan, terutama ketika harus bertemu dengan orang baru. Oleh karena itu, DP3A akan mengupayakan proses pendampingan dilakukan di tempat yang dianggap aman dan nyaman bagi korban.
“Kita akan lihat tingkat keparahannya. Jika korban tidak bisa datang ke tempat kami, maka kami yang akan mendatangi korban. Di mana korban merasa nyaman, di situ kami lakukan pendampingan,” jelasnya.
DP3A Kota Kendari juga memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi korban serta memberikan pendampingan secara berkelanjutan hingga kondisi psikologisnya membaik.
Terkait proses hukum atas dugaan kasus tersebut, Fitriani menegaskan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada kuasa hukum korban serta instansi terkait yang menangani perkara tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya penanganan serius terhadap kasus kekerasan terhadap anak, termasuk pemberian sanksi tegas kepada pelaku agar menimbulkan efek jera.
“Kasus seperti ini tidak boleh dibiarkan. Harus ada efek jera agar korban tidak terus merasa ketakutan dan kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Redaksi: Muammar Said Fadholi














Komentar