Hukrim

Kronologi Sejumlah Polisi Dikejar Warga saat Selamatkan Wanita yang Disekap dan Diculik di Kendari

Wanita yang berhasil diselamatkan polisi usai disekap dan diculik di Kendari. Dok: Istimewa.

KISAHAN.ID – Viralnya video sejumlah personel kepolisian yang dikejar sekelompok warga di kawasan Kelurahan Jati Mekar, Kecamatan Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (28/6/2026), akhirnya mendapat penjelasan dari pihak kepolisian.

Dantim Perintis Presisi Ditsamapta Polda Sultra, Bripka Boy Sagita, mengatakan peristiwa tersebut bermula saat Tim Patroli Perintis Presisi Ditsamapta Polda Sultra membackup kegiatan penangkapan yang dilakukan Polsek Kandai terkait dugaan tindak pidana penculikan dan penyekapan.

Menurut Boy, terduga pelaku bernama Muhammad Aprianto. Ia diduga melakukan penculikan dan penyekapan terhadap seorang perempuan bernama Nur Askia. Peristiwa itu terjadi di wilayah Kelurahan Gunung Jati, Kecamatan Kendari, Kota Kendari.

“Tim Perintis Presisi melakukan backup terhadap kegiatan penangkapan yang dilakukan Polsek Kandai terkait dugaan tindak pidana penculikan dan penyekapan,” ujar Bripka Boy Sagita.

Dalam operasi tersebut, personel kepolisian berhasil mengevakuasi korban dan membawanya ke Mapolsek Kandai untuk mendapatkan perlindungan dan penanganan lebih lanjut.

Namun saat proses pengamanan berlangsung, terduga pelaku berhasil melarikan diri. Kondisi di lapangan semakin memanas ketika aparat kepolisian berada di kawasan Kelurahan Jati Mekar. Diduga, pelaku memprovokasi warga sekitar sehingga suasana menjadi tegang.

“Pelaku berhasil melarikan diri akibat situasi di lokasi yang terdesak oleh massa saat berada di kawasan Kelurahan Jati Mekar,” katanya.

Sebelumnya, video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah personel polisi berlari menuju kendaraan roda dua dan roda empat. Beberapa anggota terlihat berboncengan menggunakan sepeda motor untuk meninggalkan lokasi, sementara di belakang mereka tampak sekelompok warga berteriak dan melakukan pengejaran.

Situasi tersebut memunculkan berbagai spekulasi di media sosial. Saat ini, personel yang terlibat dalam operasi tersebut masih bersiaga di Mapolsek Kandai sambil menunggu perintah dan langkah lanjutan terkait pengejaran terhadap terduga pelaku.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi serta tidak menyebarkan spekulasi yang dapat memperkeruh situasi.

Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *