Headline Pemerintah

Kondisi Banjir di Pedestrian MTQ Kendari Mulai Terkendali Pasca Normalisasi Kali

KENDARI, KISAHAN.ID – Banjir di kawasan pedestrian MTQ Kendari berangsur-angsur mulai terkendali. Pasca normalisasi kali yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, air hujan yang biasanya tergenang dan menjadi penyebab banjir kini berbeda dengan hari-hari sebelumnya.

Biasanya, kawasan pedestrian MTQ Kendari itu sulit dilalui kendaraan jika hujan turun. Apalagi jika curah hujan berjam-jam lamanya. Seluruh kawasan itu lumpuh terkepung banjir.

Pada Jumat (21/3/2025), malam, hujan di Kota Kendari terjadi sekitar pukul 19.45 Wita. Curah hujan sangat tinggi. Namun kawasan pedestrian MTQ Kendari tak sepenuhnya tergenangi banjir. Tentu, normalisasi kali yang dilakukan oleh Pemkot Kendari mulai membuahkan hasil.

Hanya saja, masih ada beberapa ruas jalan yang masih menjadi langganan banjir, sala satunya di perempatan jalan menuju Polsek Mandonga. Di lokasi itu, air masih mencapai tinggi kaki orang dewasa. Pengendera yang melintas kesulitan melewati jalur tersebut.

Beberapa warga yang ada di lokasi terpantau membantu mengarahkan pengendara yang melintas. Meskipun harus hujan-hujanan, mereka rela melakukan semuanya demi keselamatan warga di sana.

“Hati-hati lewat, pelan-pelan saja,” ujar warga, Faki Hidayat saat mengarahkan pengendara motor yang melintas.

Warga lainnya bernama Sapril, mengatakan ada perubahan kondisi banjir di kawasan pedestrian MTQ Kendari usai dilakukan normalisasi kali. Harapannya, Pemkot Kendari terus melakukan langkah-langkah penanganan banjir agar semuanya bisa teratasi.

“Alhamndulillah, ada perubahan. Semoga lokasi-lokasi lain juga bisa diminimalisir,” tuturnya.

Sapril menambahkan, strategi normalisasi kali adalah sala satu solusi utama mengatasi banjir. Agar semua lokasi dapat terhindar dari bencana banjir, ia berharap agar Pemkot Kendari segera melakukan langkah-langkah berikutnya.

“Misalnya, pembuatan dan perbaikan drainase, termasuk normalisasi kali dan sungai di daerah-daerah rawan bencana,” paparnya.

Sebelumnya, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan bahwa ia Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, mencanangkan penanganan banjir bisa teratasi dalam 100 hari kerja.

“Ini membutuhkan waktu, tapi doakan kami agar bisa mencarikan solusi terbaik bagi masyarakat. Normalisasi kali dan sungai, drainase, termasuk retensi akan kita bangun agar Kendari bisa bebas banjir,” tutur Siska, beberapa waktu lalu.

Hingga kini, hujan rintik-rintik masih terjadi di Kota Kendari. Sejumlah ruas jalan di lokasi lainnya juga terpantau masih menjadi langganan banjir.

Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *