KENDARI, KISAHAN.ID – Selasa pagi itu, awan mendung masih menggantung di langit Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Baruga. Air sisa banjir masih menggenangi sebagian rumah warga. Beberapa ibu-ibu terlihat sibuk membersihkan lantai rumah dari lumpur, sementara anak-anak duduk di emperan, menatap jalan yang tergenang.
Di tengah suasana itu, sebuah mobil pick up berhenti di dekat posko pengungsian. Di bak belakang, tampak tumpukan karung beras, kardus mie instan, telur, dan air mineral. Beberapa perempuan dengan rompi biru muda turun dari kendaraan, membawa senyum di tengah kesulitan yang dihadapi warga.
Mereka adalah rombongan Tim Penggerak (TP) PKK Kota Kendari yang datang membawa bantuan. Dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Kota Kendari, Shintya Sudirman, mereka bergerak cepat membagikan paket bantuan ke setiap kepala keluarga yang terdampak banjir.
“Kami datang bukan hanya untuk membawa sembako, tapi juga semangat. Kami ingin warga tahu, mereka tidak sendiri menghadapi musibah ini,” ujar Shintya saat menyapa warga.

Pengurus TP PKK Kendari usai menyerahkan bantuan sembako. Dok. Istimewa.
Bantuan yang dibawa TP PKK hari itu memang tidak mewah. Beras, telur, mie instan, dan air mineral. Namun di tengah kondisi darurat seperti ini, bantuan itu terasa sangat berarti bagi warga.
Ibu Ayu, salah satu warga terdampak, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Dengan mata berkaca-kaca, ia menerima bantuan itu sambil berucap lirih.
“Terima kasih. Ini sangat membantu kami. Sudah dua hari ini dapur kami tidak bisa dipakai,” katanya.
Shintya Sudirman menjelaskan, bantuan ini murni hasil swadaya dari Ketua dan seluruh pengurus TP PKK Kota Kendari. Sejak mendapat informasi soal banjir di Lepo-lepo, para anggota TP PKK langsung bergerak mengumpulkan donasi dan kebutuhan pokok.
“Kami mendapat instruksi dari Ibu Wali Kota agar seluruh elemen bergerak cepat membantu warga. Maka kami kumpulkan apa yang bisa kami bantu,” tuturnya.

Sejumlah bantuan yang diberikan oleh pengurus TP PKK Kendari untuk warga terdampak banjir di Kendari. Dok. Istimewa.
Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, sebelumnya memang telah mengeluarkan instruksi kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan elemen masyarakat untuk turun langsung membantu korban banjir.
“Tidak boleh ada warga yang merasa sendirian dalam menghadapi musibah ini. Semua OPD, semua elemen sosial, harus bergerak,” tegas Wali Kota.
Instruksi itulah yang menjadi pemicu gerakan cepat dari TP PKK Kota Kendari.
Di posko pengungsian Lepo-lepo, aktivitas tetap berjalan. Petugas dari BPBD dan Dinas Sosial bergantian berjaga, memastikan logistik pengungsi cukup dan kondisi kesehatan warga tetap terpantau.
Anak-anak terlihat ceria sesaat setelah menerima makanan ringan dari anggota TP PKK. Beberapa relawan bahkan menyempatkan diri bermain dan bercengkerama dengan mereka, berusaha menghapus rasa takut yang masih tersisa sejak banjir melanda.
Meski bantuan yang datang belum bisa sepenuhnya memenuhi kebutuhan warga, namun kehadiran TP PKK di tengah warga hari itu menghadirkan semangat baru. Ada harapan yang tumbuh di tengah genangan air. Ada tangan-tangan yang terulur tanpa pamrih. Dan yang paling penting, warga tahu bahwa mereka tidak sendiri.
Menjelang siang, setelah seluruh bantuan dibagikan, rombongan TP PKK berpamitan. Senyum dan ucapan terima kasih mengiringi langkah mereka. Sementara di posko, warga mulai menata kembali barang-barang yang selamat dari banjir, dengan keyakinan bahwa hari esok akan lebih baik.

Solidaritas pengurus TP PKK Kota Kendari hadir di tengah warga terdampak banjir. Dok. Istimewa.
Pemerintah Kota Kendari terus mengimbau masyarakat untuk tetap siaga menghadapi potensi banjir susulan. Jika cuaca ekstrem kembali datang, warga diminta segera melapor ke posko darurat atau menghubungi petugas di lapangan.
Bagi TP PKK, langkah kecil ini hanyalah awal. Mereka memastikan, kepedulian seperti ini akan terus berjalan selama warga membutuhkan. (ADV)











Komentar