Hukrim

Dugaan Pembunuhan dan Pemerkosaan Wanita Baito Konsel: Kisah Asmara Korban Dibongkar

Korban Ana dan seorang pria yang disebut sebagai kekasihnya, Jefri alias Jongkor. Dok: Istimewa.

KISAHAN.ID – Misteri kematian Ana atau Damra Yani (22), warga Desa Tolihe, Kecamatan Baito, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), terus diselidiki polisi. Terbaru, kehidupan pribadi korban dan kisah asmaranya sebelum ditemukan meninggal dunia juga dibongkar.

Ayah korban, Aswan (40), mengatakan Ana diketahui tengah menjalin hubungan asmara dengan seorang pria bernama Jefri alias Jongkor. Menurutnya, hubungan tersebut bahkan disebut-sebut akan berlanjut ke jenjang pernikahan.

Namun, kata Aswan, hubungan keduanya sempat diwarnai persoalan utang. Ana disebut meminjam uang sebesar Rp250 ribu kepada Jefri. Persoalan itu kemudian menjadi polemik karena korban diduga mendapat tekanan untuk mengembalikan uang tersebut.

“Ini semua kita dapat informasinya. Ada juga bukti-bukti chatnya. Diancam mau diputuskan kalau tidak kembalikan uang Rp250 ke Jefri,” kata Aswan saat diwawancarai Kisahan.id di RS Bhayangkara Kendari.

Aswan menuturkan, Ana merupakan seorang ibu yang memiliki satu anak. Suaminya telah meninggal dunia akibat kecelakaan, sementara anaknya kini tinggal bersama neneknya. Ana bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menghidupi anaknya.

Meski nama Jefri disebut dalam informasi yang diterima keluarga, Kasat Reskrim Polres Konsel, AKP Taufik Hidayat, menegaskan bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan hal itu. Sebab, semua membutuhkan pendalaman sehingga masyarakat diimbau agar tidak membuat spekulasi lebih dulu.

Taufik mengatakan, saat ini penyidik masih menunggu hasil autopsi dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab kematian korban.

“Kita tunggu hasil autopsi dulu,” singkat Taufik.

Sebelumnya, Ana ditemukan meninggal dunia di area perkebunan milik warga di Desa Roraya, Kecamatan Tinanggea, Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 10.10 Wita. Saat ditemukan, pakaian korban tidak lengkap dan mulutnya disumbat kain.

Jenazah Ana telah dibawa ke RS Bhayangkara Kendari untuk menjalani autopsi. Polisi masih mendalami dugaan pembunuhan maupun kekerasan seksual yang beredar di masyarakat.

Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *