KISAHAN.ID – Kisah mabuk yang berujung kantor polisi kembali terjadi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Seorang pria bernama Erlan Saputra (23) harus berurusan dengan aparat kepolisian setelah diduga mengancam seorang pemuda menggunakan badik di Jalan R. Suprapto, Kelurahan Watulondo, Kecamatan Puuwatu, Minggu (28/6/2026) dini hari.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 03.30 Wita itu bermula saat korban, Gilang Prasetya (19), sedang mengantar pulang kekasihnya menggunakan sepeda motor. Namun suasana romantis dini hari mendadak berubah menjadi adegan menegangkan.
Saat melintas di Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, pelaku yang diduga dalam keadaan mabuk datang dari arah belakang dan menyenggol motor korban.
Bukannya meminta maaf, pelaku justru berulang kali mengucapkan kalimat singkat yang membuat korban bingung sekaligus ketakutan. Korban yang mengaku tidak memahami maksud ucapan tersebut kemudian berhenti. Namun situasi semakin menegangkan ketika pelaku mencabut badik dari pinggangnya.
Tak ingin berdebat dengan orang yang membawa senjata tajam, korban memilih berlari dan bersembunyi di semak-semak sebelum melaporkan kejadian itu kepada tim Patroli Presisi Sat Samapta Polresta Kendari.
Kepala Regu II Patroli Polresta Kendari, Aiptu Amrullah, mengatakan petugas segera mendatangi lokasi bersama korban.
“Ketika kami tiba di lokasi, pelaku masih memegang badik dan sempat membuangnya di bawah sepeda motor yang terparkir. Pelaku kemudian kami amankan bersama barang bukti satu bilah badik,” ujarnya.
Yang membuat situasi sedikit berbeda, pelaku ternyata masih berdebat dengan petugas saat diamankan. Di tengah pemeriksaan awal, Erlan akhirnya mengakui kondisi dirinya.
“Iye, saya mabok sekali kasian,” kata Erlan kepada polisi.
Pengakuan tersebut sontak membuat suasana yang sebelumnya tegang berubah menjadi sedikit menggelitik. Namun polisi tetap menegaskan bahwa kondisi mabuk bukan alasan pembenar untuk melakukan pengancaman menggunakan senjata tajam.
Pelaku bersama barang bukti kini diamankan di Mapolresta Kendari untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara korban dipastikan selamat meski sempat menghabiskan beberapa menit bersembunyi di semak-semak demi menghindari amukan pria yang mengaku sedang mabuk berat.
Aiptu Amrullah mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi minuman keras hingga kehilangan kendali, apalagi membawa senjata tajam di tempat umum karena dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Redaksi











Komentar