KISAHAN.ID – Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Pemkab Konsel) terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam pengelolaan layanan darurat. Salah satu langkah yang dilakukan yakni dengan mempelajari sistem pengelolaan Call Center 112 milik Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari yang dinilai telah berjalan efektif dalam melayani berbagai laporan darurat masyarakat.
Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Pemkab Konsel melakukan kunjungan kerja ke Command Center Pemkot Kendari, Rabu (11/3/2026). Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kominfo Konsel, Annas Mas’ud, bersama sejumlah staf teknis untuk melihat secara langsung mekanisme pengelolaan layanan panggilan darurat tersebut.
Rombongan diterima oleh Kepala Dinas Kominfo Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, di ruang Command Center yang menjadi pusat pengendalian berbagai layanan digital pemerintah kota, termasuk Call Center 112 yang beroperasi selama 24 jam.
Dalam kesempatan itu, Annas Mas’ud menjelaskan bahwa kunjungan tersebut tidak hanya sebagai ajang silaturahmi antarinstansi pemerintah daerah, tetapi juga menjadi momentum untuk bertukar pengalaman terkait pengelolaan layanan darurat yang berbasis teknologi.

Menurutnya, Kabupaten Konawe Selatan sendiri baru mengoperasikan layanan Call Center 112 sekitar tiga bulan terakhir. Oleh karena itu, pihaknya ingin mempelajari secara langsung pengalaman Kota Kendari yang telah lebih dahulu menjalankan layanan tersebut.
“Kunjungan kami ini dalam rangka silaturahmi sekaligus berbagi pengalaman terkait pengelolaan layanan Call Center 112. Di Konsel sendiri layanan ini baru berjalan sekitar tiga bulan, sehingga kami ingin belajar dari pengalaman Kota Kendari yang sudah lebih dulu mengoperasikannya,” ujar Annas.
Selama berada di Command Center, rombongan Kominfo Konsel mendapatkan penjelasan teknis terkait sistem kerja operator Call Center 112. Mulai dari mekanisme penerimaan laporan masyarakat, proses verifikasi informasi, hingga koordinasi dengan instansi terkait seperti pemadam kebakaran, kepolisian, tenaga kesehatan, maupun OPD lainnya yang terlibat dalam penanganan situasi darurat.
Tidak hanya itu, rombongan juga berkesempatan melihat langsung aktivitas operator yang bertugas secara bergantian selama 24 jam dalam melayani berbagai laporan masyarakat. Layanan ini menjadi salah satu garda terdepan pemerintah dalam merespons kejadian darurat secara cepat dan terkoordinasi.

Annas menilai kunjungan tersebut memberikan banyak pembelajaran penting, terutama terkait tantangan operasional layanan darurat yang kerap dihadapi operator di lapangan. Salah satunya adalah tingginya jumlah panggilan iseng atau prank call yang dapat mengganggu efektivitas layanan.
Menurutnya, pengelolaan layanan 112 tidak hanya membutuhkan dukungan teknologi, tetapi juga sistem koordinasi yang kuat antarinstansi agar setiap laporan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.
“Selain kesiapan operator, koordinasi lintas instansi juga sangat penting. Setiap laporan yang masuk harus segera diteruskan kepada pihak yang berwenang agar penanganannya bisa cepat dilakukan di lapangan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemkot Kendari terbuka untuk berbagi pengalaman dengan daerah lain dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis teknologi.

Menurutnya, kolaborasi antardaerah menjadi hal penting dalam memperkuat sistem pelayanan masyarakat, khususnya layanan darurat yang membutuhkan respons cepat dan koordinasi yang baik.
“Kami tentu menyambut baik kedatangan Kominfo Konsel. Ini menjadi bagian dari kolaborasi antardaerah untuk meningkatkan pelayanan publik, khususnya layanan darurat kepada masyarakat,” ujar Sahuriyanto.
Ia menambahkan, keberhasilan operasional Call Center 112 di Kota Kendari tidak terlepas dari dukungan penuh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, yang mendorong optimalisasi pelayanan publik berbasis teknologi informasi.
Selain itu, koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) juga menjadi faktor penting dalam memastikan setiap laporan masyarakat yang masuk dapat segera ditangani sesuai dengan kewenangan masing-masing instansi.
Dengan adanya kunjungan kerja tersebut, diharapkan pengelolaan layanan Call Center 112 di Kabupaten Konawe Selatan dapat semakin optimal. Pertukaran pengalaman ini juga diharapkan mampu memperkuat sistem pelayanan darurat di daerah, sehingga masyarakat dapat memperoleh respons cepat dan tepat ketika menghadapi situasi darurat.
Redaksi











Komentar